Investor SRIL Hadapi Ketidakpastian
Nasib investor PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex kian terpuruk setelah serangkaian masalah menerpa emiten tekstil ini. Selain terancam forced delisting oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) karena sahamnya telah disuspensi sejak Mei 2021, kini petaka baru muncul: Komisaris Utama SRIL, Iwan Setiawan Lukminto, ditangkap Kejaksaan Agung terkait dugaan keterlibatan dalam kasus kredit bermasalah senilai Rp 3,6 triliun dari empat bank kreditur.
Penahanan Iwan, yang juga mantan Direktur Utama Sritex (2014–2023), memperkecil harapan investor untuk memperoleh hak buyback atas saham mereka pasca-delisting. Ini diperparah oleh kondisi keuangan SRIL yang sangat buruk, dengan utang mencapai Rp 26,4 triliun, jauh melampaui nilai asetnya, serta rugi bersih sebesar US$ 66 juta hingga kuartal III-2024. Sritex pun telah berhenti beroperasi sejak Maret 2025 dan merumahkan lebih dari 10.000 karyawan setelah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Semarang.
Budi Frensidy, pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia, menilai bahwa kecil kemungkinan Sritex bisa menjalankan kewajiban buyback karena perusahaan sudah dalam kondisi bangkrut. Sementara itu, Teguh Hidayat, Direktur Avere Investama, menyoroti besarnya kerugian investor ritel, dengan lebih dari 45.000 investor menggenggam 8,37 miliar saham atau sekitar 41% dari total saham SRIL.
Nafan Aji Gusta, analis Mirae Asset Sekuritas, menyerukan agar BEI dan otoritas terkait memperkuat perlindungan terhadap investor, serta meningkatkan edukasi pasar modal agar investor tidak lagi terjebak pada saham emiten bermasalah akibat FOMO (fear of missing out).
Kasus Sritex menjadi contoh nyata lemahnya perlindungan investor dan pentingnya kehati-hatian dalam berinvestasi di pasar modal, terutama terhadap emiten yang memiliki catatan keuangan dan tata kelola yang buruk.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023