Daya Tahan Ekonomi Terus Dijaga
Pemerintah kembali merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi triwulan III-2020 menjadi kisaran negatif 1 hingga negatif 2,9 persen. Oleh karena itu, Indonesia dipastikan masuk ke jurang resesi karena pertumbuhan ekonomi terjebak di zona negatif selama dua triwulan berturut-turut. Pada triwulan II-2020, perekonomian tumbuh minus 5,32 persen.
Direktur Pengembangan dan Pengendalian Usaha PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Febriyanto, Kamis (24/9/2020), mengatakan, BUMN Kluster Pangan telah bermitra dengan 2.500 warung pangan dan menghubungkannya dengan pasar melalui aplikasi daring mitra warung pangan. BUMN Kluster Pangan yang diketuai PT RNI ini berperan sebagai penampung produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan untuk didistribusikan kepada mitra warung pangan.
BUMN Kluster Pangan terdiri dari delapan BUMN, yakni RNI, PT Sang Hyang Seri (Persero), PT Pertani (Persero), PT Perikanan Nusantara (Persero), Perum Perikanan Indonesia, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), PT Berdikari (Persero), dan PT Bhanda Ghara Reksa (Persero). Pada akhir tahun ini, perusahan-perusahaan itu ditargetkan menjadi holding pangan.
Direktur Capital dan Management PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Syofvi Felienty Roekman menyatakan, PLN telah mendapat dana dari pemerintah Rp 15,4 triliun untuk memberikan stimulus bagi 45 juta pelanggan terdampak Covid-19 pada April-Desember 2020. Hingga saat ini, penyaluran stimulus pemakaian listrik bagi pelanggan 450-900 volt ampere berkisar Rp 1,2 triliun per bulan dan bagi UMKM kurang dari Rp 1 miliar per bulan.
Per 23 September, realisasi biaya upah padat karya di Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat terealisasi Rp 14,35 miliar (30,8 persen) dari target Rp 46,53 miliar. Di perhubungan laut, realisasinya Rp 5,15 miliar (78,36 persen) dari target Rp 6,57 miliar. Di Ditjen Perhubungan Udara terealisasi Rp 12,3 miliar (63,08 persen) dari target Rp 19,5 miliar, sedangkan Ditjen Perkeretaapian Rp 28,1 miliar (55,67 persen) dari target Rp 50,5 miliar.
Secara terpisah, Deputi Komisioner Humas dan Logistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anto Prabowo mengatakan, OJK terus mendorong program restrukturisasi kredit perbankan. Hingga 7 September 2020, restrukturisasi kredit telah dilakukan terhadap 7,38 juta debitor UMKM dan non-UMKM dengan total nilai kredit Rp 884,5 triliun.
OJK juga memantau pengelolaan penempatan dana pemerintah ke perbankan umum, baik kelompok Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) sebesar Rp 30 triliun maupun kelompok Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebesar Rp 11,5 triliun. Per 14 September 2020, realisasi penyaluran kredit atas penempatan dana Himbara senilai Rp 119,8 triliun, dan kelompok BPD per 16 September 2020 senilai Rp 7,4 triliun.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023