Produsen Mobil Listrik Bakal Dapat Sokongan Besar
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, memproyeksikan bahwa produksi kendaraan listrik (EV) di Indonesia akan mencapai 2,5 juta unit per tahun pada 2030, didorong oleh peningkatan pembangunan pabrik EV oleh produsen besar seperti BYD, VinFast, Geely, dan lainnya. Pemerintah berkomitmen memberikan insentif lebih besar bagi produsen yang meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), sebagai upaya mendorong industrialisasi lokal dan investasi.
Sejak 2024 hingga Maret 2025, telah ada tujuh produsen EV yang memindahkan investasinya ke Indonesia dengan nilai mencapai Rp15,4 triliun, serta realisasi total investasi industri EV dari 2020–2024 menembus Rp157 triliun. Penjualan mobil listrik juga meningkat tajam, tercatat naik 153,28% pada 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain kendaraan penumpang, pemerintah juga tengah mengkaji pengembangan infrastruktur untuk kendaraan niaga listrik seperti truk dan van, mengingat kebutuhan daya dan infrastruktur pengisian daya yang berbeda. Tokoh penting lainnya, Rachmat Kaimuddin dari Kemenko Perekonomian, menyebutkan perlunya studi mendalam terkait ekosistem kendaraan niaga listrik.
Tren kendaraan niaga listrik menunjukkan pertumbuhan, ditandai dengan peluncuran Wuling EV Van dan semakin kompetitifnya pasar dengan hadirnya merek seperti DFSK Gelora E, serta perluasan jaringan dealer GWM di Indonesia yang menandai kesiapan pasar menyambut kendaraan listrik secara luas. Secara keseluruhan, transformasi ini menunjukkan arah strategis Indonesia dalam mempercepat elektrifikasi sektor otomotif nasional melalui dukungan kebijakan, investasi, dan penguatan ekosistem industri EV.
Tags :
#MobilPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023