;

Obligasi Negara Laris di Tengah Ketidakpastian

Ekonomi Hairul Rizal 08 May 2025 Bisnis Indonesia
Obligasi Negara Laris di Tengah Ketidakpastian

Pemerintah berhasil menghimpun dana sebesar Rp30 triliun melalui lelang Surat Utang Negara (SUN) pada 6 Mei 2025, dengan total penawaran masuk mencapai Rp80,85 triliun, meningkat dari lelang sebelumnya (Rp77,5 triliun). Penawaran tertinggi tercatat pada SUN seri FR0104 sebesar Rp43,16 triliun, diikuti oleh FR0103 dan seri lainnya. Hal ini mencerminkan tingginya minat investor terhadap instrumen utang pemerintah, meski hanya sebagian yang dimenangkan.

Dari sisi pasar, harga SUN ditutup bervariasi, di mana yield SUN benchmark 5 tahun (FR0104) mengalami penurunan 3 basis poin menjadi 6,58%, sementara yield benchmark 10 tahun (FR0103) naik 1 bps menjadi 6,87%. Menurut Amir Dalimunthe, Head of Fixed Income Research BNI Sekuritas, yield SUN 10 tahun masih berada dalam estimasi yang wajar, yakni kisaran 6,82%–7,02%. Ia juga menilai obligasi seperti FR0094, FR0096, dan FR0103 memiliki potensi menarik bagi investor.

Dukungan eksternal turut menguatkan sentimen positif, dengan penurunan yield US Treasury (UST) yang menandakan adanya potensi aliran dana ke pasar negara berkembang seperti Indonesia. Yield UST 5 tahun turun ke 3,90% dan 10 tahun ke 4,30%, sedangkan Credit Default Swap (CDS) Indonesia tetap stabil di level 97 bps, menunjukkan persepsi risiko yang relatif terkendali.

Secara keseluruhan, pasar obligasi domestik menunjukkan daya tarik kuat di tengah stabilitas makro dan ekspektasi kebijakan The Fed. Namun, BNI Sekuritas memperkirakan pergerakan harga dan yield SBN dalam waktu dekat akan cenderung sideways, sembari menanti kejelasan arah kebijakan suku bunga global dari hasil FOMC Meeting Mei.


Tags :
#Obligasi
Download Aplikasi Labirin :