Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Timur
Deselerasi ekonomi pada kuartal sebelumnya mendorong berbagai institusi untuk merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 ke bawah, dengan sebagian besar memprediksi angka di bawah 5%. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa pemerintah akan mempercepat realisasi belanja negara dengan fokus pada program-program yang bersifat produktif, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan dukungan perumahan melalui perluasan FLPP.
Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pemberian gaji ke-13 dan bantuan sosial seperti PKH dan Kartu Sembako akan digelontorkan guna mendorong konsumsi dan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2025.
Dari sisi analis, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyebut pelemahan pertumbuhan dipicu oleh ketidakpastian global yang membuat pelaku usaha menunda investasi, sehingga melemahkan penciptaan lapangan kerja dan daya beli rumah tangga. Senada, analis Ciptadana Sekuritas Renno Prawira menyoroti tantangan eksternal seperti ketegangan geopolitik dan harga komoditas yang melemah, serta tantangan domestik berupa defisit fiskal dan efisiensi anggaran.
Sebagai respons terhadap prospek pelemahan ekonomi, sejumlah ekonom termasuk dari OCBC memperkirakan Bank Indonesia (BI) dapat memangkas suku bunga acuan hingga 50 basis poin pada akhir tahun 2025, dengan catatan stabilitas rupiah tetap terjaga.
Tags :
#Pertumbuhan EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023