;

Terpukulnya Hotel dan Restoran di Jabar

Ekonomi Yoga 08 May 2025 Kompas
Terpukulnya Hotel dan Restoran di Jabar

Fenomena perlambatan ekonomi menekan okupansi pada sektor usaha jasa perhotelan dan restoran di Jabar. Sekitar 3.000 pekerja hotel dan restoran ikut terdampak kondisi tersebut. Hal ini diungkapkan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jabar Dodi Ahmad Sofiandi di sela kegiatan West Java Economic Society 2025 di Bandung, Rabu (7/5) yang diselenggarakan BI Perwakilan Provinsi Jabar dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Bandung, dengan tema ”Penguatan Sumber Pertumbuhan Ekonomi Lokal untuk Mewujudkan Inklusi Ekonomi Jabar Istimewa”. Menurut Dodi, dua hotel di Bogor, Jabar, telah ditutup karena terus merugi. ”Total pekerja terkena PHK di dua hotel ini mencapai 168 orang,” ujarnya.

Perlambatan ekonomi dan kebijakan efisiensi anggaran oleh pusat juga telah memukul usaha sekitar 800 anggota PHRI Jabar. Tingkat okupansi terus menurun hingga 35 % di awal bulan ini. Sebelumnya pada April lalu, tingkat okupansi hotel dan restoran di Jabar mencapai 40-50 %. Angka ini terus menurun setelah liburan Idul Fitri. Kondisi ini mengakibatkan sekitar 3.000 pekerja hotel mengalami pengurangan jam kerja dari satu bulan hanya dua minggu. Sementara itu, sekitar 500 pekerja di-PHK. Pemilik hotel dan restoran terpaksa mengambil langkah PHK karena biaya gaji pekerja mencapai 26 % dari total biaya operasional. ”Kami telah berulang kali menyuarakan kondisi ini ke pemerintah pusat dan daerah setempat. Namun, mereka tidak merespons kondisi kami hingga kini,” tutur Dodi. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :