PHK Marak, Apindo Dorong Satgas Bertindak Cermat
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Apindo, Hariyadi Sukamdani, meminta pemerintah agar tidak hanya fokus pada jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK), tetapi juga memahami akar penyebabnya demi merumuskan solusi menyeluruh bagi dunia usaha. Hal ini disampaikan menyusul rencana pembentukan Satgas PHK oleh pemerintah.
Hariyadi menegaskan bahwa PHK sering kali merupakan langkah terakhir perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usaha, bukan semata keputusan sepihak. Menurutnya, pemerintah tidak bisa serta-merta mengintervensi keputusan efisiensi pelaku usaha tanpa membenahi faktor-faktor eksternal yang turut menekan, seperti lemahnya daya beli, banjir impor ilegal, perang dagang internasional, hingga pemangkasan anggaran pemerintah yang berdampak langsung pada sektor jasa dan perhotelan.
Sebagai Ketua Umum PHRI, Hariyadi juga mencontohkan merosotnya okupansi hotel sebagai dampak dari pemotongan belanja pemerintah, yang memaksa pelaku usaha di sektor ini melakukan efisiensi, termasuk PHK. Oleh karena itu, dia mendorong agar Satgas PHK dibentuk dengan pendekatan strategis yang juga menyentuh pembenahan iklim usaha secara menyeluruh, bukan hanya pengawasan angka.
Dengan mencatat bahwa kasus PHK sepanjang 2024 melonjak hingga 77.965 orang, Hariyadi menyerukan agar pemerintah hadir sebagai mitra solusi, bukan sekadar pengawas, dalam mengatasi tekanan yang dihadapi sektor usaha nasional.
Tags :
#KetenagakerjaanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023