;

Menghidupkan kembali Ruang Kosong dan Kusam Kota Bandung

Menghidupkan kembali Ruang Kosong dan Kusam Kota Bandung

Ruang kosong dan kusam di Kota Bandung menunggu dihidupkan lagi. Sebagian kalangan mengembuskan nyawa lewat ekshibisi mini hingga kursus bahasa gratis. Ruangan 3 x 3 meter itu sudah kosong setahun. Salah satu ruangan di Hallway, Kota Bandung, Jabar, itu belum juga menemukan penyewa barunya. Hallway adalah ruang kreatif di Bandung sejak 2019. Lokasinya di lantai 2 Pasar Kosambi, yang merupakan bekas supermarket. Sebelum jadi pusat mode dan kuliner kekinian, tempat itu sempat terbengkalai. Kerinduan akan penyewa baru itu direspons penyelenggara ekshibisi mini bertajuk Ourchetype. Ruangan itu jadi satu dari empat experience room dalam acara tersebut. Digagas Tujusemesta Creative Space Bandung sejak tahun 2019, Ourchetype menggabungkan ilmu desain, seni, teknologi, dan psikologi bersama memberi kisah perjalanan menjelajahi kepribadian manusia secara interaktif.

”Bila sebelumnya manusia mengapresiasi karya, kali ini kami menghadirkan momen saat karya yang mengapresiasi manusia,” ujar penggagas Ourchetype, Andi Abdulqodir, Kamis (1/5). Andi mengatakan, Ourchetype lebih dari pameran seni dan desain. Di balik itu, ada misi besar mempromosikan kembali Hallway. Andi berharap, Ourchetype bisa ikut mempromosikan kembali ruang-ruang kosong Hallway kepada khalayak. Sempat viral medio 2019-2021, kini Hallway mendapat tantangan karena sebagian ruangan masih kosong. Saatini, daritotal 120 ruangan di Hallway, masih ada 60 yang menunggu diisi. ”Tahun 2023, ada 6.000 orang yang datang. Setahun kemudian, ada 7.000 yang datang. Kami berharap akan semakin banyak orang yang datang dan meramaikan kembali Hallway,” kata Andi yang pernah membawa Ourchetype ke Halte Tosari Transjakarta (2023) dan TMII (2024).

Dengan tenaga dan dana sendiri, Rita Koesma (72) belum menyerah menghidupkan ruang kosong di Bandung. Setelah vakum enam bulan, ia bersiap mengajar bahasa Inggris gratis lagi di kolong Jembatan Pasupati (Under Bridge Class). ”Kegiatan ini sempat terhenti beberapa bulan karena lokasinya direnovasi. Setelah renovasi rampung, saya ingin segera mengajar lagi,” kata Ambu Rita, panggilan akrabnya, Rabu (30/4). Ia mengajar di sana setiap Jumat sejak 2016. Durasinya dua jam, dari pukul 14.00 hingga 16.00 WIB. Dalam setiap sesi, ada belasan anak yang ikut serta belajar di sana. Sebagian besar berasal dari keluarga tidak mampu. ”Kursus bahasa Inggris gratis berhasil memberi kehangatan di kolong Pasupati. Selain banyak teman baru, anak-anak peserta kursus punya ilmu baru,” ujarnya. Ruang-ruang kusam menanti sentuhan terbaik untuk tetap memberi makna bagi orang di sekitarnya. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :