;

Belum Meredanya Tantangan Kinerja Emiten BUMN

Ekonomi Yoga 28 Apr 2025 Kompas
Belum Meredanya Tantangan Kinerja Emiten BUMN

Kinerja BUMN yang terdaftar di pasar saham Indonesia, cenderung melambat hingga akhir tahun 2024 dan diprediksi akan terus menurun pada 2025. Dinamika ekonomi di dalam dan di luar negeri turut memberi dampak negatif terhadap kinerja berbagai sektor emiten BUMN ke depan. BCA Sekuritas, yang mengompilasi laporan kinerja 37 perusahaan BUMN yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sampai akhir 2024, mencatat bahwa salah satu indikator kinerja berupa revenue atau pendapatan kotor emiten BUMN rata-rata masih di zona positif. Namun, pertumbuhan revenue menurun pada triwulan akhir dan lebih rendah dibanding level pertumbuhan pada triwulan kedua dan ketiga 2024.

Pengeluaran untuk modal kerja atau capital expenditure (capex) per tiga bulan pada 2024 dinamis, tetapi juga melambat pada triwulan akhir. Rasio earnings per share (EPS) atau laba per saham rata-rata dari emiten BUMN hingga triwulan IV-2024 terus naik hingga nilai 5, tertinggi setelah rasio EPS pada triwulan I-2023. EPS adalah indikator berapa banyak laba bersih yang dihasilkan perusahaan untuk setiap lembar saham yang beredar. Semakin besar nilai EPS, profitabilitas saham semakin baik. Namun, naiknya EPS saham BUMN di tengah turunnya revenue mengindikasikan berkurangnya kepemilikan saham oleh publik.

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, Sabtu (26/4) juga mengamati, emiten BUMN, khususnya yang masuk dalam konstituen Indeks BUMN20, yang memuat 20 emiten BUMN berkinerja baik, banyak yang masih mencatatkan kinerja positif. Khususnya, emiten di sektor bahan baku, utilitas, dan perbankan. Audi tidak menampik adanya tren penurunan pendapatan dan saham pada banyak emiten BUMN di berbagai sektor. Hal ini tidak lepas dari tekanan ekonomi dan politik global yang bahkan menjalar hingga triwulan awal 2025. ”Kami berpandangan performance perusahaan BUMN pada 2024 menghadapi banyak tantangan,” ujar Audi. Diantaranya dari terpilihnya Donald Trump sebagai presiden AS yang memberi sentimen negatif pada perdagangan global hingga depresiasi rupiah. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :