Persaingan Kian Sengit di Tengah Pemain yang Menyusut
Merger antara PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) yang menghasilkan entitas baru PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (kode: EXCL), diyakini akan mengubah peta persaingan industri telekomunikasi Indonesia. Ekky Topan, Investment Analyst dari Infovesta Kapital Advisory, menilai bahwa kehadiran XLSmart dapat mengganggu dominasi operator lama seperti Telkomsel (TLKM) dan Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT), terutama dalam konteks persaingan harga dan paket bundling.
XLSmart diprediksi akan fokus pada pasar menengah-bawah dengan menawarkan paket data murah, berbeda dari Telkomsel yang menyasar pasar premium dan Indosat yang aktif di segmen urban. Menurut Ekky, langkah strategis seperti diversifikasi produk dan inovasi layanan digital akan sangat penting bagi operator incumbent agar tetap kompetitif.
Niko Margaronis dan Kafi Ananta, analis dari BRI Danareksa Sekuritas, menyatakan bahwa merger ini bisa membuat struktur persaingan industri menjadi lebih teratur, dengan XLSmart mengandalkan optimalisasi pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) dari total 95,3 juta pelanggan.
Namun, Aurelia Barus dan Belva Monica dari Indo Premier Sekuritas mengingatkan bahwa tantangan tetap ada. Strategi menaikkan harga kartu perdana belum cukup efektif mendongkrak kinerja perusahaan hingga kuartal II 2025. Sementara itu, perang tarif dan beban investasi jaringan 5G masih menjadi tekanan utama bagi operator.
Di sisi lain, segmen Fiber to the Home (FTTH) menjadi harapan baru, dengan Telkom dan XL Axiata diproyeksikan mampu menunjukkan pertumbuhan pelanggan di segmen ini pada kuartal I 2025. Meski sektor ini diperkirakan hanya tumbuh sekitar 3% per kuartal sepanjang 2025 menurut Niko, prospeknya tetap menjanjikan seiring turunnya risiko persaingan kartu SIM baru.
Ekky menyebut valuasi saham di sektor ini cukup menarik. Ia menargetkan harga saham EXCL di Rp 2.300–2.400, TLKM di Rp 2.700–3.000, dan ISAT di Rp 2.000–2.400, dengan peluang kenaikan apabila terjadi rebound penggunaan data dan bundling serta momentum pasar yang positif.
Secara keseluruhan, merger ini memberi harapan baru bagi konsolidasi industri telekomunikasi, namun tetap harus dihadapi dengan strategi yang tepat oleh seluruh pelaku pasar untuk menjaga daya saing dan profitabilitas.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023