Tekanan Trump Jadi Ujian Ketahanan Ekonomi RI
Pemerintah Indonesia, yang dipimpin oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, tengah melakukan perundingan dagang strategis dengan Amerika Serikat untuk menurunkan tarif ekspor terhadap produk unggulan nasional, seperti garmen, alas kaki, furnitur, dan perikanan. Produk-produk ini menjadi tumpuan besar penciptaan lapangan kerja di dalam negeri, namun kini dikenakan tarif tinggi oleh AS—bahkan mencapai 47% untuk produk tekstil dan garmen—yang membuat Indonesia kalah bersaing dengan negara lain.
Dalam negosiasi yang ditargetkan rampung dalam 60 hari, delegasi Indonesia juga mencakup tokoh penting seperti Menlu Sugiono, Wamenkeu Thomas Djiwandono, dan Mari Elka Pangestu. Delegasi menyuarakan keinginan agar 20 produk ekspor unggulan dikenakan tarif lebih kompetitif dibanding negara pesaing, serta menawarkan peningkatan impor energi dari AS sebagai bentuk keseimbangan dalam neraca perdagangan.
Namun, para pengamat ekonomi memberi catatan penting. Andry Satrio Nugroho dari Indef memperingatkan agar pemerintah tidak hanya mengejar permintaan AS tanpa melindungi pelaku industri dalam negeri yang sedang tertekan akibat gempuran impor dan tarif tinggi. Ia menyarankan pemberian insentif langsung, mencontohkan negara seperti Jerman dan Jepang yang mendukung sektor manufaktur dengan keringanan pajak.
Sementara itu, Fithra Faisal Hastiadi, ekonom dari FEB UI dan Samuel Sekuritas, memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional dapat tertekan hingga 4,8% tahun ini, salah satunya akibat melemahnya permintaan global yang berdampak pada kinerja ekspor Indonesia.
Negosiasi tarif dengan AS merupakan langkah strategis yang penting bagi daya saing ekspor nasional. Namun keberhasilannya sangat tergantung pada kemampuan pemerintah menjaga keseimbangan antara diplomasi internasional dan perlindungan industri dalam negeri, terutama di tengah tekanan ekonomi global.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023