Konsumen Kian Pesimis di Tengah Inflasi
Kondisi konsumsi rumah tangga di Indonesia menunjukkan pelemahan yang signifikan, tercermin dari turunnya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) selama tiga bulan berturut-turut hingga mencapai level 121,1 pada Maret 2025. Penurunan ini menunjukkan meningkatnya pesimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan, termasuk dari kelompok berpenghasilan tinggi. Survei Bank Indonesia (BI) dan Mandiri Institute menunjukkan penurunan belanja masyarakat, bahkan saat momentum Idulfitri, yang biasanya menjadi puncak konsumsi tahunan.
Fithra Faisal Hastiadi, Ekonom Senior dari Samuel Sekuritas Indonesia, menyebut penurunan IKK mencerminkan tekanan daya beli masyarakat yang meningkat, diperburuk oleh PHK lebih dari 90.000 orang sejak 2024. Ia mengingatkan bahwa jika tren ini terus berlanjut, konsumsi rumah tangga—yang menjadi penopang utama pertumbuhan PDB—dapat melemah, bahkan memicu penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia di bawah 5% pada 2025.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede juga memperingatkan bahwa lesunya optimisme konsumen bisa berdampak pada penundaan investasi oleh pelaku usaha, sehingga diperlukan intervensi pemerintah dalam bentuk pengeluaran yang efektif dan tepat sasaran untuk memulihkan kepercayaan masyarakat.
Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hanya memberikan respons singkat mengenai kondisi ini, dengan mengatakan bahwa pemerintah akan berupaya meningkatkan optimisme konsumen, tanpa menjabarkan langkah konkret yang akan diambil.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023