RI Dinanti Tampil di Panggung Diplomasi
Jika tak ada aral melintang, delegasi Pemerintah Indonesia yang dipimpin oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto akan bertolak ke Amerika Serikat pada 16–24 April 2025 untuk bernegosiasi terkait kebijakan tarif resiprokal baru yang diterapkan AS. Delegasi ini juga melibatkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Luar Negeri Sugiono, Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, dan Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu.
Sebagai bekal negosiasi, Indonesia membawa proposal kerja sama yang mencakup pembelian barang-barang AS senilai sekitar US$18 miliar, relaksasi peraturan, serta peluang investasi, termasuk ekspansi perusahaan Indonesia di sektor minyak, gas, dan teknologi informasi ke AS. Pemerintah juga membentuk Satgas Deregulasi Ekonomi atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pelaksanaan kebijakan ini.
Di sektor migas, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, serta VP Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso, mengonfirmasi minat Pertamina untuk berinvestasi di proyek-proyek migas potensial di AS, seperti proyek Pikka di Alaska. Pelaksana Harian Dirjen Migas Tri Winarno juga menyebutkan bahwa investasi ini masih dalam tahap finalisasi.
Founder dan Advisor ReforMiner Institute, Pri Agung Rakhmanto, mendukung rencana ekspansi Pertamina di AS, menilai bahwa langkah ini strategis untuk mendukung ekspansi global Pertamina, meningkatkan produksi migas nasional, serta memperkuat ketahanan energi Indonesia. Namun, ia mengingatkan perlunya kajian dan uji tuntas yang matang sebelum keputusan investasi diambil.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023