;

Prospek Bisnis Herbal Semakin Manjur

Ekonomi Mohamad Sajili 07 Sep 2020 Kontan
Prospek Bisnis Herbal Semakin Manjur

Prospek bisnis obat dan produk farmasi herbal semakin cerah. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) sudah menangkap peluang baru di pasar tersebut. “Produk herbal selalu positif dan Covid-19 mempercepat pertumbuhan karena kepedulian akan kesehatan meningkat”, ujar Vidjongtius, Presiden Direktur KLBF kepada KONTAN, Jumat (4/9).

Corporate Secretary PT Phapros Tbk (PEHA) Zahmilia Akbar menjelaskan, tren pasar produk obat herbal dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir ini meningkat. Hal itu semakin didorong banyaknya industri farmasi yang mengembangkan produk herbal lewat science-based dan metode formulasi modern. “Untuk Phapros, kami sudah concern pada pengembangan obat herbal sejak lebih dari 20 tahun lalu. Saat ini Phapros telah memiliki dua obat herbal yang masuk kategori fitofarmaka yang sudah lolos uji klinis, yaitu Tensigard untuk anti hipertensi dan X Gra untuk vitalitas”, kata Zahmilia, Jumat (4/9).

Leonard, Direktur Keuangan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), menilai, umumnya, konsumen produk obat herbal memiliki loyalitas tinggi terhadap produk maupun brand. Apalagi produk obat herbal seperti jamu kerap diperkenalkan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. “Khasiat dari produk itu sendiri harus teruji, maka dari itu jika seorang konsumen sudah merasakan khasiat suatu produk jamu, biasanya mereka tetap setia”, jelas dia.

Bisnis jamu herbal dan suplemen menjadi segmen usaha tersendiri bagi Sido Muncul. Leonard bahkan mengklaim, Tolak Angin merupakan market leader pada kategori produk herbal untuk obat masuk angin, sementara Tolak Linu merupakan market leader untuk kategori obat herbal pegal linu di pasaran. Segmen jamu herbal dan suplemen berkontribusi signifikan bagi SIDO. Di semester I-2020, segmen usaha jamu herbal dan suplemen menyumbang Rp 923,19 miliar atau 63,24% total pendapatan SIDO.


Tags :
#Farmasi
Download Aplikasi Labirin :