Sebelum Bertolak ke AS Perjanjian Dagang Dikebut
Di tengah perang dagang yang dipicu oleh kebijakan tarif Presiden AS, Donald Trump, Indonesia semakin gencar menjalin perjanjian dagang untuk memperluas peluang pasar. Sebelum bernegosiasi dengan AS, Pemerintah Indonesia menjajaki kerja sama perdagangan serta investasi dengan Rusia dan Uni Eropa. Indonesia dan Rusia menandatangani kesepakatan di bidang perdagangan, ekonomi dan investasi di Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (15/4). Pada hari yang sama, Dewan Ekonomi Nasional juga mengadakan pertemuan dengan parlemen Uni Eropa untuk mempercepat penyelesaian perjanjian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Nilai ekspor Indonesia ke Rusia hampir 1 miliar USD, didominasi oleh produk minyak sawit, mesin, karet, alas kaki, hingga kopi dan teh.
Sementara nilai ekspor Rusia ke Indonesia mencapai 2,4 miliar USD, terutama dari produk minyak, pupuk, serta hasil laut, seperti ikan dan krustasea. Ketua Komite Bilateral Rusia-Belarus Kadin Indonesia Didit Ratam menyampaikan harapan agar pada akhir semester 2025, Indonesia dapat menandatangani perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement/FTA) dengan Uni Ekonomi Eurasia yang dipimpin oleh Rusia. Dengan perjanjian tersebut, tarif antara Indonesia dan Rusia diharapkan dapat turun. Percepatan penyelesaian perjanjian juga dilakukan dengan Uni Eropa yang merupakan salah satu mitra dagang dan investasi utama Indonesia, sekaligus menjadi pintu akses menuju pasar global yang lebih luas.
”Di tengah ketidakpastian perdagangan global akibat kebijakan tarif baru dari AS, percepatan IEU-CEPA kami pandang sebagai langkah strategis mendiversifikasi mitra dagang dan mengurangi ketergantungan pada pasar tertentu,” ujar Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional. Negosiasi IEU-CEPA telah berlangsung hampir satu dekade dan mencakup 19 putaran perundingan. Perjanjian ini diharapkan dapat mendorong peningkatan ekspor Indonesia, khususnya pada sektor-sektor unggulan, seperti tekstil, alas kaki, pertanian, dan perikanan. ”Indonesia siap terus berdialog dan mencari solusi saling menguntungkan untuk menyelesaikan negosiasi IEU-CEPA,” ujar Luhut. Luhut menegaskan, Indonesia berkomitmen mereformasi dan menderegulasi kebijakan perdagangan, sesuai arahan Presiden.
Pemerintah tengah menyederhanaan prosedur serta menurunkan biaya ekonomi guna menciptakan iklim usaha yang lebih efisien dan kompetitif. Airlangga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo berpesan agar para menteri bernegosiasi sebaik-baiknya demi kepentingan nasional. Airlangga dijadwalkan berangkat ke Washington DC, AS, Selasa malam. ”Secretary of Commerce bersama Pak Luhut (Luhut Binsar Pandjaitan), saya, Bu Mari (Mari Elka Pangestu, Wakil Ketua DEN), dan beberapa pihak lainnya membahas kerangka kerja yang diharapkan oleh AS dan Indonesia,” tuturnya. ”Kami akan berdialog dengan sejumlah pihak, termasuk USTR dan Treasury Secretary. Kami juga akan bertemu dengan berbagai asosiasi yang sejalan dengan posisi Indonesia, seperti US-ASEAN, US-INDO, dan sejumlah asosiasi bisnis lainnya di Washington,” ujarnya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023