Rantai Dingin Vaksin Korona Disiapkan
Pengembangan vaksin korona (Covid-19) juga mendongkrak prospek bisnis penunjangnya, termasuk jaringan distribusi. Sejumlah produsen farmasi di tanah air mulai menyiapkan infrastruktur distribusi vaksin korona. PT Indofarma Tbk (INAF), misalnya, siap menangkap peluang bisnis distribusi vaksin melalui anak usaha PT Indofarma Global Medika (IGM), yang diklaim berpengalaman dalam system rantai dingin (cold chain).
Presiden Direktur PT Indofarma Global Medika, Indra Dewantara mengklaim pihaknya sudah berpengalaman di bidang infrastruktur distribusi produk-produk vaksin. Bahkan, dalam pendistribusian vaksin itu, Indofarma Global sudah mengantongi sertifikat Cold Chain Product (CCP). “Infrastruktur untuk proses distribusi vaksin adalah freezer, lemari es, alarm suhu dan masih banyak lagi,” ungkap dia kepada KONTAN, akhir pekan lalu.
Terkait potensi distribusi vaksin Covid-19, Indra mengemukakan, dengan kondisi pandemic saat ini, pengembangan dan pendistribusian vaksin korona sangat ditunggu semua orang dan kebutuhannya mendesak. Namun Indra belum bisa memerinci gambaran valuasi potensi distribusi vaksin korona pasalnya sampai saat ini Indofarma Global belum mendapatkan arahan dari holding maupun induk usaha terkait teknis distribusi serta mekanisme lainnya. “Sehingga belum bisa digambarkan hal itu (potensi valuasinya), kata dia.
Secara umum, Indra bilang, kontribusi distribusi vaksin cukup membantu penjualan Indofarma Global. Oleh karena itu, dia berharap, penjualan seluruh vaksin yang sudah ada bisa terus meningkat karena penduduk Indonesia cukup banyak sehingga potensi pasar vaksin potensial.
Selain Indofarma, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) bakal berperan sebagai distributor vaksin Covid-19. Sekretaris Perusahaan PT Kimia Farma Tbk. Ganti Winarno bilang, pihaknya siap mendistribusikan melalui seluruh cabang distribusi yang tersebar di seluruh Indonesia dan prosesnya tentu sesuai regulasi. “Hingga saat ini (kebutuhan armada cold chain) sudah mencukupi dan kami akan sesuaikan bila diperlukan,” jelas Ganti.
Communication Officer PT Merck Sharp Dohme Pharma Tbk, Ferdo Pratama menyatakan, secara global Merck Sharp Dohme (MSD) memiliki rekam jejak Panjang dalam vaksin dan obat-obatan agar dapat diakses secara global. SCPI tetap berkomitmen melakukan hal serupa untuk setiap vaksin atau obat yang dikembangkan untuk Covid-19. “Untuk melakukan ini, MSD berencana memperluas jaringan kemitraan dan melipatgandakan jejak produksi, dari 8 lokasi menjadi 15 lokasi, pada tahun 2024,” kata dia.
Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Farmasi (GP Farmasi). Dorojatun Sanusi menilai, untuk menyimpan sebuah produk vaksin dibutuhkan fasilitas pendingin dengan temperature khusus, yakni sekitar 2 – 8 derajat celcius. Jadi, proses pendistribusiannya tak bisa sembarangan, membutuhkan rantai dingin hingga ke sasaran distribusi paling akhir agar kualitasnya dapat terjaga.
Tags :
#FarmasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023