;

DPRD Minta Audit Total Bank DKI

Ekonomi Yoga 11 Apr 2025 Kompas
DPRD Minta Audit Total Bank DKI

DPRD Jakarta merekomendasikan audit internal dan eksternal, evaluasi jabatan sesuai kompetensi, serta sistem peringatan dini setelah insiden gangguan sistem Bank DKI pada periode libur Lebaran 2025. Ketiga langkah itu penting agar nasabah tak beralih ke bank lain. Nasabah tak bisa bertransaksi di ATM Bank DKI, layanan digital JakOne Mobile, dan pembayaran via QRIS selama libur Lebaran. Insiden ini terjadi karena sistem pengamanan internal secara otomatis mengaktifkan fitur pemeliharaan keamanan sebagai langkah proteksi untuk memastikan stabilitas layanan dan keamanan transaksi seluruh nasabah. Peristiwa ini tak ayal membuat sebagian nasabah Bank DKI kehilangan kepercayaan dan khawatir dananya yang disimpan di bank milik daerah itu raib. Seperti dirasakan Cahyono (37) saat gangguan sistem Bank DKI terjadi, ia kerepotan karena istrinya tidak bisa mengambil ataupun mengirimkan uang untuk keperluan Lebaran.

Awalnya mereka mengira ini gangguan biasa. Namun, banyak keluhan serupa dari nasabah lain. ”Akhirnya istri tarik semua uang dari tabungan Bank DKI. Walaupun jumlahnya tak seberapa, istri takut uangnya hilang,” kata Cahyono, Kamis (10/4). Situasi ini memicu kegeraman Gubernur Jakarta Pramono Anung. Apalagi, belakangan diketahui gangguan sistem sudah terjadi tiga kali dan menyebabkan kebocoran dana cadangan perusahaan. Pramono langsung mencopot Direktur Teknologi dan Operasional Bank DKI, Amirul Wicaksono. Posisi tersebut sementara dipegang Dirut Bank DKI, Agus Haryoto Widodo. Bank DKI kemudian memulihkan layanan secara bertahap sejak awal pekan ini. Nasabah sudah bisa kembali mengakses layanan perbankan lewat ATM ataupun digital Bank DKI. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :