Bankir Ancang-ancang Hadapi Risiko akibat Rupiah Terus Tertekan
Industri perbankan terus mencermati perkembangan dinamika pasar dan mengantisipasi berbagai risiko yang muncul akibat depresiasi nilai tukar rupiah. Sejumlah langkah disiapkan, antara lain mengelola likuiditas secara prudent dan menempuh uji stres. Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menembus Rp 16.943 per USD pada sesi penutupan perdagangan, Rabu (9/4). Rupiah yang mencatatkan koreksi terdalam sepanjang 2025 telah terdepresiasi 4,86 % dibanding akhir 2024.
Executive Vice President Corporate Communication and Social Responsibility PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Hera F Haryn menyampaikan, BCA senantiasa mencermati dinamika makroekonomi domestik dan global, terutama seiring dampak dari kebijakan tarif impor baru AS yang resmi berlaku mulai Rabu. Oleh Presiden AS, Donald Trump, Indonesia dikenai tarif bea masuk sebesar 32 %, tertinggi ke-6 di antara negara anggota ASEAN lainnya. ”Kami meyakini pemerintah dan otoritas telah memiliki langkah strategis dalam mengantisipasi dinamika perekonomian global tersebut,” kata Hera, Rabu. Dalam menghadapi dinamika makroekonomi terkini, BCA berfokus pada fundamental bisnis dan tetap bersikap prudent.
Permodalan dan likuiditas yang solid akan terus dipertahankan guna mengantisipasi dampak ketidak pastian. Hal itu sekaligus sebagai landasan pertumbuhan kredit yang berkualitas ke depan. Di tengah fluktuasi rupiah akibat tekanan ekonomi global, risiko keterpaparan valuta asing (valas) dikelola secara konservatif dengan menjaga rasio posisi devisa neto (PDN). ”BCA juga telah mempersiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi risiko pasar atas transaksi terkait risiko nilai tukar dan suku bunga, termasuk dengan melakukan penetapan dan kontrol limit risiko pasar. Tak hanya itu, BCA juga konsisten melakukan stress test (uji stres) dalam mengukur risiko,” tuturnya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023