Strategi Menjaga Ketersediaan Daging Selama Hari Raya
Kementerian Perdagangan telah memastikan penerbitan persetujuan impor produk hewan, khususnya daging sapi dan kerbau, untuk menjaga pasokan dalam negeri tetap aman. Iman Kustiaman, Direktur Impor Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri, menjelaskan bahwa impor daging sapi dilakukan untuk memenuhi stok dan stabilisasi harga melalui penugasan kepada BUMN atau pelaku usaha swasta yang ditunjuk, seperti PT Berdikari dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia.
Tahun ini, beberapa negara asal impor daging sapi adalah Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Spanyol, Jepang, dan Brasil. Kementerian Perdagangan telah menerbitkan persetujuan impor untuk memenuhi kebutuhan industri dan konsumsi reguler, dengan alokasi daging lembu sebanyak 9.110,67 ton untuk industri dan 80.000 ton untuk konsumsi reguler. Hingga saat ini, realisasi impor untuk kedua kategori tersebut masih tergolong rendah, dengan persentase realisasi masing-masing sekitar 14,91% dan 15,98%.
Selain itu, terdapat juga persetujuan impor untuk pemenuhan stok dan stabilisasi harga yang diberikan kepada BUMN Pangan, dengan alokasi 200.000 ton, namun realisasinya baru mencapai 0,48%. Iman juga menambahkan bahwa pihaknya telah menerbitkan total 45 persetujuan impor untuk produk hewan jenis lembu, dengan alokasi sebanyak 350.000 pcs dan realisasi mencapai 60.965 pcs.
Tags :
#Isu LokalPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023