Rp 8,37 Triliun Disetor BNI ke Danantara
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menyetujui 65% dari laba bersih 2024 dibagikan sebagai dividen tunai senilai Rp 13,95 triliun setara Rp 374,06 per saham. Sepanjang 2024, BNI mencetak laba bersih Rp 21,46 triliun. Rapat juga menetapkan sebesar 35% atau Rp 7,5 triliun akan dialokasikan sebagai saldo laba ditahan untuk pengembangan usaha berkelanjutan. Dengan demikian, BNI akan menyetorkan Saham Rp 8,37 triliun sebagai dividen bagian Negara. Pemerintah RI telah mengalihkan 22,3 miliar (60%) saham yang terdiri dari 144 juta saham Seri B dan 14,7 miliar saham Seri C BBNI kepada PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI dengan skema inbreng dengan total nominal mencapai Rp 5,7triliun. Angka ini didapat dengan mengacu pada nilai nominal saham seri B sebesar Rp 3.750 per saham dan Rp 187,50 per saham Seri C.
Saham pemerintah RI BNI, yaitu saham seri A Dwiwarna tetap tidak berubah. Dengan demikian, pengalihan saham ini tidak mengubah pengendalian pemerintah RI di BNI. Saham pemerintah RI di BBNI menjadi kepemilikan tidak langsung melalui PT BKI yang bertindak sebagai holding operasional Danantara. Sehingga, dividen yang akan disetorkan BNI kepada Danantara melalui PT BKI sebesar Rp 8,37 triliun. Dirut BNI, Royke Tumilaar mengatakan, pemerintah memastikan Danantara dijalankan secara profesional dan untuk memastikan pengawasan yang kuat juga telah dibentuk dewan pengawas yang terdiri dari Kementerian BUMN, Kemenkeu dan satu pejabat pemerintah yang ditunjuk. Selain itu, terdapat dewan penasihat yang beranggotakan dua mantan presiden RI yakni Jokowi dan Susilo Bambang Yudhoyono. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023