Menjelang Lebaran Manufaktur Melambat
Momentum Ramadan dan Lebaran yang sejatinya bisa mendongkrak kinerja industri manufaktur, lapangan usaha penyumbang produk domestik bruto (PDB) terbesar, ternyata tak seperti yang diprediksi. Sebaliknya, kinerja manufaktur malah melambat pada Maret 2025, bertepatan dengan momen Ramadan dan Lebaran. Ini terlihat pada indeks kepercayaan industri (IKI) Maret 2025 yang mencapai 52,98, lebih rendah dari Februari 2025 sebesar 53,15 dan bulan sama tahun lalu 53,05, kendati masih di teritori ekspansif. IKI dirilis oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
Hal yang patut diwaspadai adalah menurunnya optimisme para pemanufaktur. Data IKI menyebutkan, tingkat optimisme pelaku usaha selama enam bulan ke depan mencapai 69,2%, turun 3% dibandingkan bulan sebelumnya. Tantangan besar yang dihadapi antara lain meledaknya perang dagang di era Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Pelaku industri tekstil dan produk tekstil (TPT) mengonfirmasi penurunan penjualan pada momentum Lebaran tahun ini. Mereka menuding banjir barang impor sebagai biang keladinya. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023