;

Pasar Jaya Memodernisasi Pasar Tradisional

Ekonomi Yoga 26 Mar 2025 Kompas
Pasar Jaya Memodernisasi Pasar Tradisional

Lebih dari 100 pasar tradisional di Jakarta siap untuk bertransformasi menjadi lebih modern dan diarahkan lebih digital. Dirut Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan mengemukakan, modernisasi pasar-pasar tradisional menjadi tuntutan Jakarta sebagai kota global. Revitalisasi pasar-pasar milik Pasar Jaya sudah masuk ke dalam rencana bisnis perusahaan untuk periode 2024-2028. Pasar Jaya selama ini mengelola seluruh pasar tradisional milik Pemprov Jakarta. BUMD itu mengelola total 153 pasar. Dari jumlah itu, pasar yang aktif beroperasi berjumlah 146 pasar, selebihnya beralih fungsi, menjadi taman kota dan gedung perkantoran Pasar Jaya. Renovasi hingga revitalisasi pasar dinilai sudah saatnya dilakukan karena bangunan pasar milik Pasar Jaya rata-rata telah berumur puluhan tahun. Pasar Pramuka di Jaktim, misalnya, merupakan salah satu pasar tertua yang bangunannya didirikan pada tahun 1984.

”Kami berharap pasar-pasar ini menjadi pasar bersih. Memang, untuk mengubah pasar harus bertahap karena seluruh bangunannya adalah bangunan lama. Jadi, kami tidak bisa mengubah seketika. Pasar-pasar yang sudah direvitalisasi dan sudah dibangun baru kami pastikan itu menjadi pasar bersih dan pasar modern,” tutur Agus, di Jakarta, Senin (24/3). Agus mengakui, dampak pandemi Covid-19 menyebabkan perubahan tren pola belanja dan menurunnya kunjungan ke pasar-pasar tradisional. Selain itu, melemahnya daya beli juga berdampak pada penurunan belanja. Dari total 110.000 kios yang dikelola Pasar Jaya, tingkat okupansi turun dari 90 % menjadi 80 %. Modernisasi pasar, revitalisasi dan penambahan fasilitas, serta penyelenggaraan sejumlah acara digarap untuk menghidupkan kembali pasar-pasar.

Selain perombakan bangunan pasar, pasar juga mulai mengadopsi digitalisasi. Sejak 2024, setidaknya 10 pasar mulai menerapkan transaksi pembayaran dengan pemindaian kode (QRIS). Selain itu, pembayaran iuran dan tarif layanan oleh pedagang kepada pengelola pasar juga mulai dilakukan nontunai melalui perbankan. ”Diperlukan edukasi kepada pedagang untuk mendukung program-program ini. Perubahan infrastruktur harus dibarengi pengelolaan sumber daya. Ini butuh waktu,” ujarnya. Pengamat tata kota Universitas Trisakti, Yayat Supriatna mengatakan, ”Modernisasi pasar memungkinkan adanya fungsi tradisional dan nontradisional, tetapi harus menyesuaikan pasar yang dibidik. Bagi konsumen, yang penting bukan sekadar bangunan pasar di-upgrade, tetapi bisa belanja dengan nyaman dan aman serta produk memuaskan.” (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :