Program Produktif butuh Relokasi Anggaran
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Esther Sri Astuti mengatakan, efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah berdampak ke sektor perhotelan. "Pasti terdampak di sektor perhotelan karena biasa pemerintah melakukan kegiatan di hotel," kata dia, Senin (24/3/2025). Menurut Esther, budget realokasi (bukan efisiensi anggaran karena total anggaran tak berkurang) harus diperuntukkan untuk program yang produktif dan bisa menstimulasi pertumbuhan ekonomi untuk mencegah PHK di sektor perhotelan. "Juga menjaga daya beli masyarakat karena masyarakat bisa berlibur dan menggunakan hotel kalaupunya uang," kata dia. Tahun lalu pemerintah resmi melakukan pemotongan anggaran, industri perhotelan dan restoran mengalami penurunan yang signifikan.
Ketua bidang Litbang dan IT BPP Perhimpunan Hoten dan Restoran Indonesia (PHRI) Christy Megawati memaparkan kinerja pasar mengalami penurunan sejak kebijakan penghematan anggaran pemerintah diterapkan pada November 2024, tercermin dari survei PHRI beberapa bulan terakhir yang melibatkan 726 pelaku industri perhotelan dari 30 provinsi. "Dalam grafik ini kita bisa lihat November, market masih optimis bahwa kinerja pasar tahun2024 dibanding tahun sebelumnya masih positif. Tapi di bulan Desember, semenjak adanya pengumuman kebijakan anggaran, market mulai shifting," jelas Christy dalam Konferensi Pers PHRI di Jakarta belum lama ini. Dari Januari, industri mulai merasakan pesimis karena market mengalami penurunan. (Yetede)
(Yetede)Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023