Respons dan siasat para Investor Ritel menghadapi Anjloknya IHSG
IHSG
anjlok hingga 6,12 % pada 18 Maret 2025, memicu ”trading halt”. Meski sempat
pulih, pasar saham masih melemah. Berikut respons dan siasat para investor
ritel menghadapi kondisi tersebut : “Penurunan IHSG belakangan ini berdampak besar
pada portofolio saya. Sebulan lalu, saat Danantara dibentuk, saya menjual rugi saham
bank-bank BUMN dan mengalihkan investasi ke sektor swasta. Jika tren ini berlanjut,
saya akan mengamankan dana dalam bentuk tunai sambil menunggu stabilitas pasar.
Setelah investor asing kembali masuk, baru saya mempertimbangkan membeli saham
lagi,” ujar Nico Himawan (28), pekerja swasta di Pekalongan, Jateng.
“Saya
berinvestasi saham jangka panjang, jadi saat IHSG anjlok, saya tidak cut loss
dan justru menambah sedikit demi sedikit dengan strategi dollar cost averaging.
Meski tren penurunan IHSG memengaruhi portofolio, saya tetap mempertahankan
saham, termasuk yang fundamentalnya kurang baik, sambil diversifikasi ke aset
lain, ujar Yuliana Jemie, pebisnis UMKM asal Pontianak, Kalbar. Menurut Sem
(28) karyawan swasta di Jakarta, “Untuk mengantisipasi penyusutan nilai saham, saya
mulai mengalihkan dana ke emas dan deposito, yang dinilai lebih aman dan menguntungkan.
Ketidakpastian kebijakan setiap pergantian presiden membuat investor ragu.
Pemerintah perlu menciptakan kebijakan yang stabil dan berkelanjutan agar
investor percaya, termasuk menunjukkan komitmen dengan menindak tegas
koruptor.” (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023