Prediksi 2025: Kinerja Ekonomi Cenderung Landai
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menghadapi tantangan besar pada 2025, terutama akibat melemahnya daya beli masyarakat dan likuiditas ketat di sektor perbankan, meskipun tetap didukung oleh kebijakan fiskal pemerintah. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, melihat prospek BSDE masih menarik, terutama jika Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan, yang akan mendorong pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Namun, Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Arinda Izzaty, menilai likuiditas ketat di sektor perbankan bisa menjadi hambatan bagi pendanaan proyek dan daya beli konsumen. Meski demikian, BSDE masih memiliki strategi inovatif, seperti pengembangan properti yang lebih variatif, diversifikasi produk, serta pemanfaatan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga akhir 2025.
BSDE menargetkan prapenjualan sebesar Rp 10 triliun pada 2025, naik 7,8% dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh proyek-proyek seperti Grand Wisata, Apartemen Southgate, dan Aerium, serta kontribusi dari township baru hasil akuisisi PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM). Analis BRI Danareksa Sekuritas, Ismail Fakhri Suweleh, mencatat BSDE mencetak prapenjualan Rp 9,72 triliun pada 2024, tumbuh 2% YoY, yang menunjukkan ketahanan di tengah tantangan pasar.
Di sisi lain, Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Kevin Halim, memperingatkan bahwa pengetatan likuiditas di sektor perbankan dapat menghambat pertumbuhan prapenjualan BSDE. Ia memperkirakan pendapatan BSDE akan turun dari Rp 12,88 triliun di 2024 menjadi Rp 11,38 triliun di 2025, dengan laba bersih turun sekitar 5% akibat penurunan penjualan properti. Kevin juga memprediksi prapenjualan BSDE akan turun 6,5% jika penjualan lahan ke joint venture (JV) dikecualikan.
Meskipun ada tantangan, Arinda dan Kevin tetap memberikan rekomendasi "buy" untuk saham BSDE, dengan target harga masing-masing Rp 1.300 dan Rp 1.200 per saham, mengingat potensi pertumbuhan jangka panjang dari township baru dan strategi diversifikasi yang dijalankan perusahaan.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023