Rem Virus Dulu, Pacu Ekonomi Kemudian
Pemerintah dinilai terlalu sibuk mengutak-atik struktur organisasi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional atau Komite PC-PEN ketimbang mengatasi masalah kesehatan. Akibatnya, problem kesehatan tak segera teratasi, perekonomian pun sulit pulih lagi.
Dalam rapat pleno Komite PC-PEN, Rabu (26/8/2020), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan akan mengubah Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite PC-PEN. Perubahan pertama terkait struktur organisasi dan susunan keanggotaan. Perubahan Perpres No 82/2020 menyangkut penyederhanaan hierarki dan alur pelaksanaan tugas komite. Nanti hanya ada dua tingkatan, yaitu perumusan kebijakan dan pelaksanaan program.
Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Faisal Basri, menilai, kinerja Komite PC-PEN senyap setelah dibentuk. Anggota komite dan pemerintah sibuk membenahi organisasi di tengah peningkatan kasus Covid-19 dan pemburukan kondisi ekonomi. “Sekarang anggota komite mayoritas dari (latar belakang) ekonomi, peran kesehatan semakin dieliminasi,” kata Faisal dalam diskusi tentang bagaimana meminimalisasi kerusakan ekonomi akibat pandemi dan membangkitkan perekonomian nasional, Kamis (27/8).
Menurut Faisal, pemerintah idealnya mengendalikan virus terlebih dulu melalui intervensi sosial. Setelah itu ekonomi akan secara otomatis naik kembali. Sepanjang cara mengatasi pandemi tidak berubah seperti saat ini, perekonomian akan semakin sulit dan lama untuk pulih.
Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup periode 1978-1993 Emil Salim menuturkan, orientasi penanganan Covid-19 harus jangka panjang. Semakin lamban penanganan Covid-19, target pembangunan nasional akan terganggu. Pemerintah harus mengambil langkah cepat dan tepat. Pengembangan vaksin dilakukan sembari mencegah dan mengendalikan virus. Jalan keluar agar Indonesia mampu menyelamatkan perekonomian dan target pembangunan adalah melakukan tes Covid-19 sebanyak mungkin dan menjamin pemerataan layanan dasar.
Menurut Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad, resesi akan berdampak besar bagi kelompok masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Mereka kehilanganpendapatan, pekerjaan, dan harapan hidup sehingga perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023