;

Produksi Massal Vaksin Covid-19 di Depan Mata

Ekonomi Mohamad Sajili 28 Aug 2020 Kontan
Produksi Massal Vaksin Covid-19 di Depan Mata

Sejumlah uji coba pengembangan vaksin penangkal virus korona (Covid-19) mulai memasuki babak akhir. Kabar terbaru, vaksin buatan pabrikan farmasi dari Amerika Serikat, Moderna, sudah disetujui dan siap diproduksi massal pada November 2020. Indonesia menyiapkan Rp 3,8 triliun untuk mendapatkan vaksin Covid-19. Anggaran ini membayar pendaftaran The Global Alliance for Vaccine and Immunization (GAVI) dan uang muka vaksin pengadaan Covid-19.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, menjelaskan dana itu akan dipergunakan untuk uang muka atau uang jaminan penyediaan vaksin Covid-19 bagi Indonesia. “Baik untuk persiapan tahun ini maupun tahun 2021,” Terawan saat rapat dengan Komisi IX DPR, Kamis (27/8).

Selain itu Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir menambahkan, BUMN farmasi dikerahkan untuk pengadaan vaksin maupun memproduksi vaksin. Misalnya, Bio Farma sudah bekerjasama dengan Sinovac, produsen vaksin dari China. “Tidak hanya membeli produk jadi, ada alih teknologi. Kami juga ingin belajar membuat vaksin,” kata Erick sewaktu rapat kerja di Komisi VI DPR.

Kini, BUMN farmasi ini tengah mengadakan bahan baku untuk pembuatan 20 juta unit vaksin (satu orang dua kali suntik) di tahun ini. Adapun untuk tahun 2021 ada tambahan pengadaan untuk pembuatan 250 juta unit vaksin. “Kuartal I sebanyak 30 juta, sisanya kuartal II dan III,” kata Erick.

Kata Erick, sejauh ini uji klinis tahap ketiga vaksin kerjasama Sinovac dan Bio Farma kepada 1.620 relawan di Bandung tidak menunjukkan efek negatif. Uji klinis tahap III ini butuh 3 bulan - 6 bulan.

Eric menjelaskan, tahun ini, harga bahan baku dari Sinovac sebesar US$ 8 per unit vaksin. Tahun 2021, harga bahan baku turun menjadi US$ 6 – US$ 7 per unit vaksin. Dari bahan baku itu plus ongkos produksi, biaya vaksin dengan dua kali suntuk berkisar US$ 25 – US$ 30 per orang. Bio Farma juga bekerjasama dengan Lembaga Eijkman dan Kemenkes menyiapkan vaksin produksi sendiri atau vaksin Merah Putih. “Jangka panjang kita harus punya vaksin sendiri,” kata Erick.

Selain dari China, Indonesia akan membeli vaksin jadi dari G42 asal Uni Emirat Arab (UEA). Hasil uji klinik vaksin ini kepada 45.000 relawan dari 85 suku bangsa juga menunjukkan tanda positif. Pemerintah menargetkan, tahun ini ada 15 juta orang bisa divaksin Covid-19 jika uji klinis vaksin selesai sesuai harapan. Kata Erick, ada dua skema proses vaksinasi yang disiapkan. Pertama, sebagian vaksin dibiayai negara, terutama bagi masyarakat yang tak mampu. Kedua, jalur vaksin mandiri atau bayar sendiri bagi yang mampu.

Download Aplikasi Labirin :