;

Prospek Suram: Investor Asing Mulai Angkat Kaki

Ekonomi Hairul Rizal 26 Feb 2025 Kontan (H)
Prospek Suram: Investor Asing Mulai Angkat Kaki
Pasar saham Indonesia mengalami tekanan hebat, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok -2,41% ke 6.587,09 pada 25 Februari 2025, mendekati level terendah tahun ini. Penurunan ini terjadi akibat aksi jual asing setelah Indeks MSCI Indonesia diturunkan bobotnya dari 2% menjadi 1,5% pada November 2024.

Selain itu, Morgan Stanley juga menurunkan peringkat MSCI Indonesia dari equal weight menjadi underweight karena prospek pertumbuhan ekonomi yang melemah serta penurunan return on equity (RoE) di sektor siklikal. Sebaliknya, MSCI China justru dinaikkan peringkatnya karena RoE yang lebih menarik. Hal ini mendorong investor asing untuk mengalihkan dananya, tercermin dari outflow asing sebesar Rp 13,1 triliun sejak awal 2025 dan kapitalisasi pasar Indonesia yang menguap lebih dari Rp 1.000 triliun dalam dua bulan.

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, berharap ada perbaikan dalam review MSCI selanjutnya dan telah melakukan diskusi dengan MSCI serta emiten mengenai metodologi penilaian, termasuk faktor ESG.

Sementara itu, Kartika Sutandi, Founder & Chief Marketing Officer Jarvis Asset Management, menilai regulator perlu merumuskan kebijakan untuk menciptakan pasar saham yang lebih kondusif. Salah satu cara yang disarankan adalah mendorong dana pensiun (BPJS Ketenagakerjaan) untuk menginvestasikan 20% dananya di pasar saham, yang dapat membantu mengangkat indeks. Selain itu, kebijakan seperti full call auction (FCA) dan unusual market activity (UMA) juga perlu dikaji ulang agar pasar lebih stabil.

Oktavianus Audi, VP Marketing Strategy & Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia, memperkirakan IHSG masih berada di rentang 6.500-6.600 sebagai area penopang utama. Namun, jika level ini tidak bertahan, IHSG berpotensi turun lebih dalam hingga 6.385.
Download Aplikasi Labirin :