Kepemilikan SBN oleh BI Diprediksi Meningkat
Pemerintah berencana menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) untuk membiayai program 3 juta rumah, yang akan dikelola oleh Kementerian Perumahan dan Wilayah Permukiman. Bank Indonesia (BI) menyatakan dukungannya dengan kemungkinan membeli SBN tersebut, meskipun kepemilikan BI atas SBN saat ini sudah mencapai Rp 1.535,08 triliun (25% dari total outstanding SBN).
Ketua Komisi XI DPR, Mokhamad Misbakhun, menyebut bahwa mekanisme penerbitan SBN ini masih harus dibahas di DPR sebelum keputusan final diambil.
Namun, langkah BI dalam membeli lebih banyak SBN mendapat kritik dari para ekonom. Myrdal Gunarto, ekonom Maybank Indonesia, menilai bahwa meskipun BI bisa membantu stabilitas pasar, terlalu banyak kepemilikan SBN oleh BI dapat membahayakan neraca keuangannya dan berdampak negatif jika likuiditas tidak mencukupi.
Sementara itu, Wijayanto Samirin, ekonom Universitas Paramadina, mengkhawatirkan bahwa langkah ini dapat mengancam independensi BI. Jika BI telah berkomitmen membeli SBN sebelum pasar primer dibuka, hal ini berpotensi melanggar prinsip independensi bank sentral. Ia juga mengingatkan bahwa kebijakan sebelumnya, seperti penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan debt-switch, telah memperburuk kondisi ini.
Jika tidak dikelola dengan transparan dan hati-hati, ketergantungan pemerintah pada BI dalam pembelian SBN bisa mengurangi kepercayaan investor dan masyarakat, serta melemahkan efektivitas kebijakan moneter dan stabilitas ekonomi nasional.
Tags :
#ObligasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023