Bitcoin di Bawah Tekanan, Kabar Tak Sedap Menghantui
Harga aset kripto, seperti Bitcoin, tertekan seiring dengan kebijakan tarif dagang yang diterapkan oleh Presiden AS, Donald Trump. Dalam sebulan terakhir, Bitcoin mengalami penurunan sebesar 4,95%, sementara Ethereum dan XRP juga mengalami penurunan signifikan. Meskipun harga Bitcoin sempat melonjak ke level US$100.000 pada awal tahun ini, harga tersebut kemudian turun kembali ke sekitar US$90.000, yang dipengaruhi oleh kebijakan perang dagang Trump dan faktor ekonomi global lainnya.
Menurut Fyqieh Fachrur, trader Tokocrypto, pasar kripto masih dalam tekanan, terutama setelah Bitcoin gagal mempertahankan level US$95.000. Selain itu, kebijakan inflasi AS yang lebih tinggi dari ekspektasi dan sikap hawkish dari The Fed turut mempengaruhi sentimen pasar. Aliran keluar dari ETF Bitcoin Spot juga meningkat, menandakan adanya aksi profit-taking dan pengurangan eksposur terhadap aset berisiko.
Meskipun pasar kripto sempat optimis setelah kemenangan Trump, dengan harapan kebijakan ekonomi yang lebih longgar dan regulasi kripto yang ramah, sentimen tersebut kini berbalik negatif. Meskipun demikian, selama Bitcoin tetap bertahan di atas US$95.000, tren bullish jangka panjang masih bisa terjaga. Namun, jika harga Bitcoin turun lebih rendah, menembus level support di US$94.000, maka harga bisa tergerus lebih dalam hingga mencapai level US$90.000.
Tags :
#Crypto CurrencyPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023