Investor Beralih ke ORI di Tengah Gejolak Pasar
Obligasi Negara Ritel (ORI) saat ini menjadi pilihan utama bagi investor di tengah pasar modal yang meredup. Penjualan ORI27 tercatat mencapai Rp37,36 triliun, mencatatkan rekor tertinggi dalam sejarah penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) ritel. Hal ini menunjukkan minat yang tinggi terhadap ORI sebagai instrumen investasi. Tiga faktor utama yang mendorong tingginya permintaan ORI027 adalah bunga yang relatif lebih tinggi, prospek pelonggaran kebijakan moneter yang menurunkan suku bunga, serta ketidakpastian ekonomi global yang membuat obligasi negara menjadi pilihan yang lebih aman dibandingkan saham.
Di sisi lain, dengan pasar modal yang mengalami penurunan dan ketidakpastian ekonomi, banyak investor yang beralih ke obligasi negara sebagai aset yang lebih stabil. Sentimen ini diperkuat oleh komunikasi kebijakan pemerintah yang kurang jelas, yang menyebabkan kebingungannya masyarakat dan membuat investor mencari investasi yang lebih aman. Selain itu, diversifikasi portofolio juga disarankan untuk memitigasi risiko pasar yang tidak pasti, dengan mengalokasikan porsi yang lebih besar pada instrumen aman seperti obligasi negara dan sukuk tabungan.
Pemerintah Indonesia juga memiliki rencana untuk menerbitkan tujuh seri obligasi ritel lainnya tahun ini, yang memberikan peluang besar bagi investor untuk berinvestasi dalam SBN ritel. Deni Ridwan, Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kemenkeu, mengungkapkan bahwa tingginya book order ORI027 juga didorong oleh investor yang melakukan reinvestasi atas SBN ritel yang jatuh tempo, menambah optimisme terhadap prospek pasar obligasi negara.
Tags :
#Pasar ModalPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023