Bank Terjepit, Margin Bunga Kian Tipis
Tekanan likuiditas dan ketidakpastian global membuat ekspektasi kenaikan margin keuntungan (NIM) pada sektor perbankan harus diturunkan. Secara keseluruhan, NIM industri perbankan 2024 menurun menjadi 4,62% dari 4,81% tahun sebelumnya.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), meskipun memiliki NIM tertinggi, kini menargetkan NIM 7,3%-7,7% pada 2025 karena adanya tekanan suku bunga dan likuiditas, sebagaimana diungkapkan oleh Direktur Utama BRI, Sunarso. Sementara itu, Bank Mandiri menargetkan NIM sekitar 5%-5,2% dan akan fokus memacu dana murah serta stabilisasi CASA, menurut Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, M. Ashidiq Iswara.
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) juga diproyeksikan menurunkan NIM ke kisaran 4%-4,2% karena tantangan likuiditas, seperti yang disampaikan oleh Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar.
Secara keseluruhan, meskipun bank-bank besar masih berupaya menjaga fundamental melalui strategi pengelolaan risiko dan peningkatan efisiensi dana, tekanan eksternal seperti kebijakan hawkish The Fed dan potensi efek tarif dari Trump membuat pertumbuhan NIM di masa depan diperkirakan tidak akan sepositif harapan investor.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023