Layanan Elektronik BSI Sudah Berjalan Normal
Layanan elektronik PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI sudah berjalan normal. Sejak Minggu (9/2/2025), pelanggan BSI mengeluh tidak bisa mengakses aplikasi BSI. Saat ini, BSI telah memasuki fase stabilisasi setelah selesainya proses peningkatan (upgrade) sehingga semua layanan e-channel BSI dapat diakses dengan lancar. Manajemen BSI menegaskan, kendala yang dialami nasabah BSI tidak terkait ancaman kebocoran data yang dilontarkan peretas Bjorka pekan lalu. ”Itu merupakan bagian dari proses pemeliharaan berkelanjutan,” ujarCorporate Secretary BSI Wisnu Sunandar ketika dihubungi di Jakarta, Rabu (12/2). Menurut Wisnu, upgrade sistem teknologi informasi (TI) merupakan bagian dari pemeliharaan berkelanjutan. Langkah ini sangat penting karena nasabah BSI terus tumbuh hingga melebihi 21 juta nasabah. Setelah proses tersebut selesai, sistem teknologi informasi memasuki fase stabilisasi sehingga layanan perbankan melalui e-channel normal kembali dengan akses seperti sediakala.
”Dalam proses itu kami memahami bahwa nasabah mengalami kendala dalam mengakses layanan BSI. Kendati demikian, kami melalui tim TI BSI secara intens melakukan normalisasi layanan agar masyarakat dapat mengakses layanan terbaik dengan lancar,” tambah Wisnu dalam keterangan tertulis. Keluhan terhadap layanan elektronik BSI dilontarkan banyak pelanggan di media sosial, seperti X, pada Selasa (11/2). Akun Furzatullah Akbar, misalnya, menyebutkan, ”Kalau ada teman kalian nggak makan 2 hari, belum tentu nggak ada uang, bisa jadi dia nasabah BSI.” Dalam akun lain, Tias menambahkan, ”ATM vs aplikasi sama-sama gangguan. Ini kalau bukan karena gajian, males banget pakai BSI.” Wisnu mengatakan, BSI meminta maaf atas ketidaknyamanan selama pemeliharaan TI tersebut. BSI juga mengapresiasi kesabaran serta pengertian masyarakat atas kendala yang timbul saat proses upgrade sistem dilakukan.
”BSI selalu menjaga komitmennya untuk memberikan layanan keuangan dan perbankan syariah terbaik untuk bangsa Indonesia. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses tersebut,” ujar Wisnu. BSI memastikan kepada nasabah dan pemangku kepentingan lain bahwa data dan dana dari 21 juta nasabah perseroan berada dalam kondisi baik dan aman. BSI terus melakukan mitigasi atas segala kemungkinan yang terjadi agar data dan dana nasabah selalu aman. Hingga akhir Desember 2024, BSI mencatat perubahan (shifting) transaksi e-channel mencapai 98,03 persen. Sisanya masih menggunakan layanan transaksi teller di cabang. Jumlah transaksi melalui e-channel mencapai 851 juta transaksi dengan volume Rp 956 triliun pada akhir 2024 lalu. BSI juga menyatakan komitmen untuk terus memperkuat pertahanan keamanan siber perbankan. Nasabah juga diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati atas segala bentuk modus penipuan yang mengatasnamakan BSI. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023