Ancaman Tarif Trump: Ekonomi Thailand & India Bisa Terdampak
Sejumlah ekonom dari bank global, termasuk Morgan Stanley dan Nomura Holdings Inc., mengidentifikasi India dan Thailand sebagai negara-negara yang paling rentan terhadap risiko tarif timbal balik yang dapat dikenakan oleh Presiden AS Donald Trump. Hal ini disebabkan karena tarif yang dikenakan oleh kedua negara tersebut terhadap barang-barang AS lebih tinggi dibandingkan dengan tarif AS terhadap mereka. Sonal Varma, analis dari Nomura, menjelaskan bahwa negara-negara berkembang di Asia, termasuk India dan Thailand, berisiko menghadapi tarif yang lebih tinggi.
Trump baru-baru ini mengumumkan rencana untuk mengenakan tarif timbal balik untuk memastikan AS diperlakukan setara dalam perdagangan internasional, termasuk kemungkinan tarif terhadap barang-barang seperti mobil, semikonduktor, dan produk farmasi. Ekonomi negara-negara Asia yang bergantung pada ekspor, seperti India dan Thailand, diperkirakan akan merasakan dampak besar jika kebijakan ini diterapkan, dengan tarif yang lebih tinggi kemungkinan dikenakan pada produk tertentu, seperti mobil dan produk pertanian.
Di sisi lain, Perdana Menteri India, Narendra Modi, telah memberikan sejumlah konsesi kepada AS sebagai respon terhadap ancaman tarif ini, termasuk mengurangi bea masuk atas impor barang tertentu. Sementara itu, Thailand juga berencana meningkatkan pembelian produk dari AS untuk mengurangi risiko pembalasan.
Secara keseluruhan, kebijakan tarif yang lebih agresif dari Trump dapat meningkatkan ketegangan perdagangan internasional, dan negara-negara Asia seperti India dan Thailand berusaha melakukan negosiasi untuk mengurangi dampak negatifnya.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023