Obat Alami Indonesia Mulai Dilirik Pasar Global
Obat bahan alam seperti fitofarmaka dan jamu dilirik di pasar Internasional, tetapi belum menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Obat fitofarmaka produksi Dexa Medica, misalnya, sudah diresepkan oleh dokter di Filipina, serta terbukti mampu mencegah amputasi kaki pada pasien diabetes. Sementara jamu produksi PT Sido Muncul diminati hingga benua hitam, Afrika. ”Jadi kalau dilihat, motivasi kita itu besar sekali untuk memajukan Indonesia. Kita itu sangat bangga kalau obat kita itu yang kita produksi di Indonesia digunakan oleh para dokter di negara-negara lain. Wah! Hasil penelitian kita ini benar-benar dihargai, sampai pasiennya bisa sembuh,” ujar Direktur Business Development & Scientific Affairs Dexa Medica Prof Raymond R Tjandrawinata di Tangerang Se- latan, Banten, Rabu (5/2/2025). Produk fitofarmaka produksi Dexa yang dipakai pasar asing, antara lain adalah inlacin yang digunakan untuk penderita diabetes. Ada pula obat disolf untuk memperbaiki sirkulasi darah yang menggunakan bahan dari fraksi Lumbricus rubellus (cacing tanah).
”Fraksinya (bagian kecil) yang diambilnya, jadi bukan cacing tanahnya yang digiling. Ini fraksinya saja,” ujar Raymond. Obat Disolf ini ketika diresepkan berbarengan dengan obat imbumin dari fraksi ikan gabus, ternyata membawa ”keajaiban” medis. Gabungan dari dua obat ini telah digunakan oleh dokter di Filipina dan terbukti bisa mencegah amputasi kaki bagi pasien penderita diabetes. Luka pada pasien diabetes dipulihkan karena obat tersebut memperbaiki jaringan tubuh agar tidak mati. ”Dokter Filipina menunjukkan, ternyata bisa mencegah orang-orang yang mestinya dipotong kakinya. Banyak kaki diabetes, luka yang tidak bisa disembuhkan. Ini belum dipakai di Indonesia. Di Filipina sudah dipakai. Begitu sakit sedikit, dia diresepkan,” kata Raymond. Selain di Filipina, obat-obatan yang diproduksi oleh Dexa Medica pun diresepkan oleh dokter-dokter di Kamboja dan Singapura. Pasar ekspor produknya juga mencakup Myanmar, Vietnam, dan Nigeria. Pasar Kanada dan Amerika Serikat juga bisa mengakses obat asli Indonesia ini lewat Amazon.
Para dokter di berbagai negara tersebut percaya pada khasiat obat modern asli Indonesia lewat proses edukasi. ”Yang kita tekankan dulu. Ini obat modern. Terus dia tanya, dari mana Indonesia? Kok bisa Indonesia menemukan ini? Indonesia itu kan terbelakang. Selalu pikirannya kayak gitu,” tambahnya. Raymond kemudian meyakinkan para dokter bahwa Indonesia memiliki saintis andal. Hasil riset terkait khasiat obat pun sudah dipublikasikan dalam jurnal internasional. ”Penerimaan mereka terhadap obat modern asli Indonesia itu lebih tinggi daripada di Indonesia. Ini yang sangat disayangkan,” tambah Raymond. Hingga kini, dokter-dokter dari Filipina telah menggunakan obat modern asli Indonesia (OMAI) dengan volume yang jauh lebih besar daripada dokter di Indonesia. Mereka juga melakukan uji klinik penggunaan OMAI bagi pasien di Filipina. ”Ini menandakan bahwa sebetulnya obat modern Indonesia itu efikasinya tidak kalah dengan obat kimiawi yang mereka juga bisa pakai,” kata Raymond. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023