;

Perang Tarif Trump pada China

Ekonomi Yoga 10 Feb 2025 Kompas
Perang Tarif Trump pada China
Amerika Serikat dan China kembali terlibat dalam perang dagang. Kali ini bisa jadi lebih panas. Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif tambahan 10 persen pada barang dari China. Tambahan itu di atas tarif bea masuk impor yang sudah diberlakukan ke produk-produk China sejak era pertama Trump pada 2017-2020. Untuk tambahan tarif kali ini, China membalas dengan tarif juga. Wujudnya termasuk tarif 15 persen pada batubara dan produk gas alam cair. Ada juga tarif 10 persen untuk minyak mentah, mesin pertanian, dan mobil yang memiliki cc besar. Tarif balasan China itu dapat mempersulit produsen AS tertentu untuk mengekspor produk ke China. Sebab, harga pro-duk China akan menjadi lebih mahal. Tarif balasan China, kalau jadi, akan mulai berlaku mulai Senin (10/2/2025) ini. Majalah Time, Jumat (7/2), menyebutkan, tarif baru yang dikenakan China dikhawatirkan akan merugikan kota-kota kecil di negara bagian AS. Negara bagian itu antara lain North Dakota, Indiana, Ohio, Kentucky, dan West Virginia. Padahal, negara bagian-negara bagian itulah yang membantu Trump memenangi pemilu 2024.

Peneliti senior di Brookings Institution, Mark Muro, menjelaskan, persaingan AS-China akan berdampak besar pada AS. Dari hasil studi lembaga tersebut diketahui kota-kota padat penduduk, seperti Houston di Texas dan Detroit di Michigan, yang paling terdampak. ”Dampak terbesar dari tarif itu akan dirasakan daerah perdesaan tempat industri yang menyumbang mayoritas ekonomi lokal,” ujarnya. Secara keseluruhan, laporan Brookings Institution menemukan hampir dua pertiga pekerjaan yang berpotensi terdampak oleh tarif balasan China tersebut berada di daerah-daerah yang memilih Trump. Ini kontras dengan tarif balasan China yang diberlakukan pada 2018 saat pemerintahan Trump yang pertama. Kaliini, sekitar 400.000 hingga 700.000 pekerjaan di AS dikhawatirkan dapat terpengaruh oleh tarif balasan China. Pekerjaan-pekerjaan itu antara lain terkait industri otomotif, minyak bumi, dan peralatan konstruksi. ”Jika pabrik harus mengurangi produksinya, pasti lapangan kerja lokal terdampak,” kata salah satu penulis studi Brookings tersebut, Rob Maxim.

Daerah terdampak Dalam penelitian sebelumnya, yang dilakukan di Januari 2024, ditemukan perang dagang AS-China tahun 2018-2019 juga berdampak pada perekonomian daerah-daerah yang condong ke Partai Republik. Daerah yang terdampak termasuk negara bagian industri Midwest, seperti Ohio dan Indiana, serta negara bagian selatan yang berorientasi manufaktur, seperti North Carolina. Meski demikian, warga yang tinggal di wilayah yang terdampak tarif cenderung memilih Trump pada pemilu 2020. ”Bagi para pendukung Trump, mereka hanya tertarik pada daya tarik Trump yang tampak bah- wa dia melakukan sesuatu,” kata Maxim. Presiden Asosiasi Batu Bara West Virginia, Chris Hamilton, mengakui, petambang batubara lokal dapat terpengaruh tarif balasan China. Akan tetapi, hal itu tidak akan memengaruhi dukungan asosiasi tersebut pada Trump. AS memang tidak mengekspor batubara dalam jumlah besar. Meski demikian, batubara penting bagi West Virginia yang menyumbang separuh dari keseluruhan ekspor batubara AS. Sejak kampanye, Trump telah berjanji memutarbalikkan kebijakan Partai Demokrat yang berupaya menyapih jaringan listrik AS dari batubara. China bersiap China sudah sejak lama menduga pemerintahan Trump akan bersikap keras pada China. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :