Strategi Mendorong Daya Beli Masyarakat
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024 mengalami pelambatan, hanya mencapai 5,03%, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan 5,05% pada tahun sebelumnya. Perlambatan ini terutama dipengaruhi oleh konsumsi rumah tangga yang belum pulih ke level prapandemi dan sektor industri pengolahan yang menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Meskipun konsumsi rumah tangga mengalami akselerasi, pertumbuhannya masih di bawah rata-rata historis dan terhambat oleh inflasi tinggi serta ketidakpastian ekonomi global.
Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadapi tantangan besar untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, yaitu 8%. Untuk mengatasi perlambatan, langkah strategis perlu diambil, seperti memberikan insentif bagi masyarakat dan memperkuat program yang mendorong investasi serta penciptaan lapangan kerja. Evaluasi terhadap target pertumbuhan dan kebijakan yang lebih konkret untuk mendukung pelaku usaha juga diperlukan.
Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di masa depan, mengingat tantangan global yang mempengaruhi prospek ekonomi Indonesia. Dukungan konkret dari pemerintah serta adaptasi sektor swasta akan sangat penting dalam mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia.
Tags :
#Daya BeliPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023