Ekonomi Stagnan, Apa Tantangan Selanjutnya?
Dalam 100 hari pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, konsolidasi kabinet dan fiskal menjadi tantangan utama, terutama karena struktur kabinet yang besar serta perubahan nomenklatur kementerian yang memperlambat koordinasi. Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menyoroti bahwa koordinasi yang lemah dan komunikasi yang membingungkan menjadi kendala utama, meskipun Prabowo dinilai responsif dalam kebijakan seperti makan bergizi gratis, upah minimum provinsi (UMP), PPN, dan pagar laut.
Di bidang fiskal, Pengamat Pajak CITA, Fajry Akbar, mengkritik ketidakpastian kebijakan akibat isu liar yang tidak berasal dari Kementerian Keuangan, seperti wacana penurunan tarif PPh badan dan Tax Amnesty Jilid III, yang membuat pelaku usaha kebingungan dalam merencanakan bisnis.
Direktur Pengembangan Big Data Indef, Eko Listiyanto, menekankan bahwa konsumsi masyarakat memang meningkat, tetapi tidak diiringi dengan kenaikan pendapatan, sehingga penerimaan negara tersendat. Akibatnya, pemerintah harus melakukan efisiensi anggaran sebesar Rp 306,70 triliun demi menjalankan Program Asta Cita, menandakan bahwa penerimaan negara belum sesuai target.
Selain itu, Ekonom Core, Yusuf Rendy Manilet, menilai warisan utang dari pemerintahan sebelumnya semakin mempersempit ruang fiskal Prabowo, yang membuat janji kampanye sulit direalisasikan. Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, bahkan memperkirakan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 4,7%-4,8% di 2025, jauh dari target 8% yang dicanangkan Prabowo, akibat faktor deindustrialisasi prematur, kinerja ekspor yang melemah, serta ketergantungan pada China di tengah ketidakpastian global.
Senada, Senior Economist PT KB Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana, menyatakan bahwa target pertumbuhan ekonomi 8% sulit tercapai, karena belum ada kebijakan yang benar-benar baru dan berbeda dari pemerintahan sebelumnya.
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
28 Jun 2025
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
26 Jun 2025
Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan
23 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023