Skandal eFishery Berujung Pengorbanan
Skandal penipuan yang melibatkan eFishery, startup akuakultur yang didirikan oleh Gibran Huzaifah Amsi El Farizy, terungkap melalui laporan investigasi dari FTI Consulting. Sejak 2018, eFishery diduga melakukan manipulasi laporan keuangan dengan mencatatkan angka yang jauh lebih tinggi pada buku eksternal untuk menarik investor. Gibran, sebagai CEO saat itu, dilaporkan menggelembungkan pendapatan eFishery sekitar 20%-25% untuk menarik pendanaan, termasuk pendanaan Seri A sebesar US$ 4 juta.
Praktik manipulasi ini terus berlangsung hingga 2024, dengan pendapatan dan laba yang dilaporkan secara fiktif di buku eksternal sangat berbeda jauh dari kenyataannya di buku internal. Manipulasi ini memungkinkan eFishery untuk menggaet pendanaan besar, termasuk dana segar hingga US$ 199,56 juta pada 2023. Selama periode tersebut, Gibran juga mendirikan beberapa perusahaan nominee untuk memperkuat alibi.
Patrick Walujo, Co-Founder & Co-Managing Partner Northstar Group, menyebutkan bahwa kasus ini merupakan penipuan sistematik. Meskipun demikian, Northstar Group, yang merupakan salah satu investor, menanggapi situasi ini dengan hati-hati dan masih dalam tahap investigasi. Gibran dan manajemen eFishery belum memberikan komentar resmi terkait masalah ini.
Kasus ini mengungkapkan betapa manipulasi laporan keuangan dapat memberikan dampak besar terhadap pendanaan dan citra perusahaan, namun akhirnya terungkap oleh whistleblower pada akhir 2024.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023