Krisis Startup: Strategi untuk Bertahan
Pendanaan modal ventura untuk startup di Indonesia mengalami penurunan drastis, dari US$8,94 miliar pada 2021 menjadi hanya US$693 juta pada 2024, mencatat penurunan hingga 92,95%. Penurunan ini dipengaruhi oleh fenomena tech winter yang melanda pasar global, termasuk di Asia Tenggara. Meskipun ada penurunan signifikan di Indonesia, laju penurunan di kawasan Asia Tenggara secara keseluruhan lebih rendah (87,21%).
Eddi Danusaputro, Ketua Umum Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo), menekankan bahwa masa-masa sulit ini merupakan ujian bagi ketahanan startup dan pengelolaan mereka, serta pentingnya fokus pada profitabilitas daripada valuasi semata. Sementara itu, Darryl Ratulangi dari OCBC Ventura menyatakan bahwa sentimen negatif terhadap startup yang bermasalah dapat mempengaruhi keputusan investasi modal ventura pada 2025, meskipun ada potensi bagi sektor-sektor tertentu yang masih menarik. Ronald S. Simorangkir dari Mandiri Capital Indonesia menambahkan bahwa kondisi perekonomian domestik juga berpengaruh terhadap tren investasi di Indonesia.
Meski tantangan yang dihadapi cukup besar, beberapa sektor seperti teknologi finansial dan kendaraan listrik masih dipandang memiliki potensi pertumbuhan, seperti yang dijelaskan oleh Rudiantara dan Randolph Hsu. Selain itu, Willson Cuaca dari East Ventures menambahkan bahwa penurunan pendanaan juga dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti tingginya suku bunga. Namun, potensi Indonesia sebagai pasar yang menarik tetap ada, terutama di sektor energi bersih dan transportasi hijau.
Tags :
#StartupPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023