Bank Kucurkan Dividen Besar Berkat Modal yang Kuat
Bank-bank besar di Amerika Serikat mulai berani mengembalikan lebih banyak dana kepada pemegang saham melalui pembayaran dividen dan pembelian kembali saham (buyback). Berdasarkan data Bloomberg, enam bank terbesar di AS telah mengalokasikan lebih dari US$ 100 miliar untuk dividen dan buyback saham pada tahun 2024, menjadi nilai tertinggi sejak 2021.
Citigroup Inc. menjadi sorotan setelah akhirnya memutuskan buyback saham senilai US$ 20 miliar, meskipun sebelumnya fokus pada investasi di manajemen risiko. CFO Citigroup, Mark Mason, menyebut buyback saham sebagai strategi untuk menunjukkan kepada investor bahwa nilai saham perusahaan masih undervalued.
Jeremy Barnum, Direktur Keuangan JPMorgan Chase & Co., menyatakan bahwa perusahaan memiliki cukup banyak modal berlebih yang dihasilkan dari operasi dan laba. Dengan minimnya peluang investasi jangka pendek, JPMorgan memilih mengembalikan modal kepada pemegang saham melalui buyback. Aksi ini disukai investor karena dapat mengurangi jumlah saham beredar, sehingga meningkatkan nilai saham.
David Solomon, CEO Goldman Sachs Group Inc., optimistis terhadap kondisi perbankan AS. Ia berharap ada perubahan kebijakan di bawah pemerintahan baru, yang memungkinkan bank memiliki lebih banyak uang tunai untuk disalurkan sebagai kredit, tanpa tekanan untuk menambah modal berlebih.
Aksi ini menunjukkan bahwa bank-bank besar AS kembali fokus pada peningkatan nilai bagi pemegang saham, didukung oleh kondisi ekonomi yang lebih stabil dan peluang bisnis yang cerah.
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023