;

Ekonomi Terhambat Akibat Lemahnya Daya Beli

Ekonomi Hairul Rizal 18 Jan 2025 Kontan (H)
Ekonomi Terhambat Akibat Lemahnya Daya Beli
Kondisi ekonomi Indonesia di awal 2025 diperkirakan melemah akibat beberapa faktor utama. Jupriadi Tan, dari Tim Riset Verdhana Sekuritas, mengungkapkan daya beli masyarakat menurun secara signifikan, terutama di kalangan berpenghasilan setara atau di bawah upah minimum. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan biaya hidup sebesar 5,9% selama 2020–2024 yang tidak sebanding dengan kenaikan upah riil sebesar 2,1% pada periode yang sama.

Sektor bisnis juga mengalami penurunan. Survei Bank Indonesia (BI) memprediksi pelemahan kegiatan usaha pada kuartal I-2025, terutama di sektor tekstil, pengolahan tembakau, dan penyediaan akomodasi. Barra Kukuh Mamia, Head of Macroeconomic Research BCA, menekankan bahwa lemahnya daya beli diperburuk oleh banyaknya PHK di sektor manufaktur, sehingga kebijakan fiskal menjadi kunci untuk menggerakkan ekonomi dan mendukung daya beli masyarakat.

Bank Indonesia telah memangkas suku bunga acuan menjadi 5,75% untuk merangsang ekonomi, sementara pertumbuhan ekonomi diproyeksikan mencapai 4,7%–5,5%, lebih rendah dari target sebelumnya. Andry Asmoro, Chief Economist Bank Mandiri, menyoroti penurunan jumlah kelas menengah akibat kenaikan biaya hidup, yang berimplikasi pada melemahnya konsumsi domestik.

Selain itu, ketidakpastian global turut menjadi ancaman. Faisal Rachman, Head of Macroenomic and Financial Market Research Bank Permata, memperingatkan dampak kemenangan Donald Trump dalam Pemilihan Presiden AS yang memicu kekhawatiran akan Trade War 2.0 dan inflasi AS yang sulit terkendali. Kondisi global ini diperkirakan akan memengaruhi ekonomi Indonesia secara negatif, dengan pertumbuhan ekonomi stagnan di kisaran 4,9%–5,1%, seperti diproyeksikan oleh World Bank dan berbagai ekonom.
Tags :
#Ekonomi
Download Aplikasi Labirin :