;

BUMN Penerbangan dan Pariwisata Akan Digabung

07 Aug 2020 Kontan
BUMN Penerbangan dan Pariwisata Akan Digabung

Sektor pariwisata dan penerbangan sedang merosot akibat pandemic Covid-19. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisatawan mancanegara pada kuartal II-2020 sebesar 482.000 anjlok hingga 87% secara year on year (yoy). Salah satu caranya adalah membuka opsi menggabungkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pariwisata dan penerbangan, Presiden Joko Widodo menyatakan, upaya penggabungan dua usaha ini bisa di pilih dalam perbaikan di kedua sector tersebut. “Kemungkinan menyatukan BUMN penerbangan dan pariwisata sehingga arahanya makin kelihatan,” ujar Presiden Jokowi, Kamis (6/8).

Presiden menilai, penggabungan BUMN akan membuat manajemen lebih terintegrasi, dan diharapkan bisa tercipta efisiensi hulu dan hilir. Presiden menargetkan integrasi bisa berjalan hingga ke sektor pengelolaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di kawasan pariwisata. “Ini yang tidak pernah dilakukan, mulai dari manajemen maskapai, manajemen bandara, manajemen pelayanan penerbangan yang tersambung dengan manajemen destinasi, tersambung dengan manajemen hotel dan perjalanan dan bahkan sampai kepada manajemen produk lokal dan industri kreatif yang kita miliki,” terang Presiden.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, perubahan akan dilakukan pemerintah di akhir tahun dari rencana membuat holding penerbangan menjadi holding pariwisata. Adapun perusahaan yang terlibat dalam pembentukan holding tersebut antara lain, PT Indonesia Tourism Development (ITDC), PT Pengembanan Pariwisata Indonesia, PT Garuda Indonesia, Tbk, dan PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didien Junaedy menyatakan, Pembentukan holding pariwisata bisa memicu paket pariwisata di Indonesia yang kompetitif. “Mereka itu mempunyai satu kekuatan bisa menekan, bisa menjual sesuatu dengan gampang di satu paket,’ ujarnya saat dihubungi KONTAN, Kamis (6/8).

Download Aplikasi Labirin :