Fokus pada Layanan Produk Virtual Bukalapak
PT Bukalapak.com Tbk yang akan fokus menjual layanan produk virtual adalah bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk terus relevan dan kompetitif di pasar e-dagang. Berbagai lini bisnis lain, seperti Mitra Bukalapak, gim, dan investasi, dinilai masih memiliki prospek yang positif. Demikian keterangan resmi perusahaan, Jumat (10/1/2025), menanggapi kabar mengenai penutupan bisnis lokapasar dan penjualan daring produk fisik di masyarakat. Manajemen Bukalapak mengatakan bahwa perusahaan telah berkembang dari lokapasar menjadi platform e-dagang yang berkelanjutan. Sejak 2021, manajemen telah bertransformasi mengembangkan bisnis produk virtual, gaming, ritel, investasi, dan Mitra Bukalapak. Produk virtual yang dimaksud mencakup, antara lain, penjualan pulsa dan voucer gim. Adapun yang dimaksud dengan bisnis Mitra Bukalapak adalah bisnis yang memungkinkan para pelaku usaha, seperti pemilik warung, kios, atau agen, berjualan produk dan layanan Bukalapak secara luring.
Mitra Bukalapak menyediakan berbagai produk dan layanan, seperti bahan kebutuhan pokok, pulsa, token listrik, dan isi ulang dompet elektronik. ”Perubahan dinamika pasar dan persaingan di industri terkait (e-dagang) telah mendorong kami untuk menyesuaikan strategi jangka panjang demi menjaga keberlanjutan dan relevansi perusahaan di masa depan. Rencana ini telah kami sampaikan secara transparan melalui Keterbukaan Informasi di Bursa Efek Indonesia pada akhir Oktober 2024,” ujar Head of Media and Communications Bukalapak Dimas Bayu. Sebagai bagian dari strategi baru tersebut, manajemen mengambil keputusan menghentikan secara bertahap layanan penjualan produk fisik di platform Bukalapak mulai Februari 2025. Langkah ini diklaim sebagai bagian untuk fokus pada lini bisnis yang berpotensi tumbuh lebih besar. Kendati terjadi perubahan, aplikasi Mitra Bukalapak tetap beroperasi sehingga masih dapat diakses pengguna.
Penghentian layanan penjualan produk fisik di lokapasar Bukalapak tidak memberikan dampak material terhadap pendapatan perusahaan. Sebab, penjualan daring produk fisik hanya berkontribusi kurang dari 3 persen terhadap total pendapatan perusahaan. Selanjutnya, Bukalapak berkomitmen mendukung para pelapak, seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dalam menghadapi perubahan ini. Manajemen menyediakan berbagai panduan dan sumber daya untuk membantu pelapak untuk memastikan proses transisi berjalan lancar. ”Kami memiliki kondisi keuangan yang kuat dengan posisi kas dan setara kas yang solid. Pada triwulan III-2024, kami membukukan kas, setara kas (investasi jangka pendek yang dapat dikonversi menjadi uang tunai dengan cepat dan tanpa risiko perubahan nilai yang signifikan), dan investasi yang likuid sebesar Rp 19 triliun. Dana ini akan digunakan untuk mendukung pertumbuhan perseroan dan entitas anak perusahaan,” kata Dimas. (Yoga)
Tags :
#Digital Ekonomi umumPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023