;

Peternak Rakyak Makin Sekarat

Ekonomi Mohamad Sajili 05 Aug 2020 Kompas
Peternak Rakyak Makin Sekarat

Pembatasan sosial berskala besar seiring meluasnya kasus Covid-19 di Indonesia menekan harga ayam ras di tingkat peternak hingga jauh dibawah ongkos produksinya. Provinsi Jawa Barat, salah satu sentra produksi ayam pedaging nasional, harga ayam di tingkat peternak anjlok hingga Rp. 6.000-Rp. 8.000 per kilogram (kg) pada pertengahan April 2020, jauh di bawah ongkos produksinya yang Rp. 18.000 per kg. Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional menyebutkan, dari sekitar 12.000 peternak di Ciamis, Jawa Barat, 70 persen di antaranya tidak lagi mengoperasikan kandang nya secara optimal.

Pada akhir Juli 2020, giliran Paguyuban Peternak Nusantara (PPRN) mengeluhkan anjloknya harga ayam hidup. Menurut PPRN harga jual ayam hidup di tingkat peternak berkisar Rp. 14.000-Rp.15.000 per kg akhir Juli 2020. Padahal, harga acuan pembelian di tingkat petani sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 7 Tahun 2020 ditetapkan Rp. 19.000-Rp. 21.000 per kg. Selain faktor permintaan, anjloknya harga jual ayam hidup di peternak mengindikasikan pasar kelebihan pasokan.

Jumlah peternak unggas mandiri, yakni peternak yang tidak terikat perusahaan unggas, terus menurun. Data Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) dalam Voluntary Poultry Report (Wright dan Darmawan, 2017), jumlah peternak mandiri terus berkurang dari sekitar 100.000 peternak pada tahun 2018 menjadi 6.000 peternak tahun 2016. Pangsa pasarnya pun turun dari 70 persen menjadi 18 persen selama kurun waktu tersebut.


Download Aplikasi Labirin :