Surplus Ruang Kantor di Jakarta, Permintaan Lesu
Colliers Indonesia memprediksi bahwa ruang kantor komersial yang tidak terpakai di Jakarta berpotensi meningkat akibat pemindahan pusat pemerintahan ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur. Ferry Salanto, Head of Research Colliers Indonesia, menjelaskan bahwa gedung-gedung pemerintah yang kosong berjumlah sekitar 40 unit, dengan total area mencapai 1,33 juta meter persegi, yang dapat memperburuk kondisi pasar perkantoran yang sudah mengalami kelebihan pasokan.
Ferry menilai bahwa kehadiran gedung pemerintah akan memberikan tekanan pada bisnis perkantoran komersial yang dikelola oleh investor swasta, mengingat gedung pemerintah berada di lokasi strategis. Namun, tantangan yang dihadapi adalah tingginya nilai buku aset gedung pemerintah dan rendahnya pendapatan sewa, yang menyulitkan pencapaian hasil ideal.
Ferry juga menyarankan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta akan lebih menguntungkan jika pemerintah membuka opsi untuk menjual asetnya. Sementara itu, model bisnis build operate transfer (BOT) yang sebelumnya cukup menarik bagi investor, mungkin bisa dipertimbangkan kembali oleh pemerintah dengan memperpanjang periode konsesi untuk membuat skema tersebut lebih layak.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023