Efek Januari: Pasar Saham Mulai Bersinar
Fenomena January Effect, yakni lonjakan pasar saham di bulan Januari, diharapkan terjadi di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini. Reyhan Pratama, Analis BRI Danareksa Sekuritas, memproyeksikan bahwa IHSG memiliki peluang mengalami technical rebound, dengan pergerakan di area support 6.931 dan resistance 7.210 selama Januari. Lonjakan ini didorong oleh optimisme pelaku pasar, akumulasi saham undervalued, dan aksi korporasi emiten, serta kebijakan kenaikan PPN 12% yang hanya berlaku untuk barang dan jasa mewah, menjaga daya beli masyarakat.
Namun, efek ini tidak konsisten setiap tahun. Hendra Wardana, Pendiri Stocknow.id, dan Daniel Agustinus, Certified Elliott Wave Analyst, mengingatkan bahwa arus dana asing yang masih keluar dapat membatasi potensi penguatan IHSG. Daniel memprediksi IHSG akan bergerak di rentang 6.800-7.200 pada Januari, sementara Oktavianus Audi, Vice President Marketing, Strategy, and Planning Kiwoom Sekuritas, menilai peluang penguatan terbatas dengan rentang support 6.925 dan resistance 7.255.
Secara historis, peluang January Effect terjadi hanya sekitar 44%. Audi menyarankan investor fokus pada saham blue chip seperti TLKM (target harga Rp 3.200) dan BMRI (target harga Rp 7.250). Hendra menjagokan saham sektor barang konsumsi primer seperti JPFA (Rp 2.030), ICBP (Rp 12.225), dan MYOR (Rp 2.910), mengingat prospek positif dalam sektor ini. Investor diingatkan untuk tetap berhati-hati, mengingat risiko tekanan eksternal, termasuk arah kebijakan The Fed dan arus modal asing.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023