Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM
RAPAT koordinasi Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM pada Selasa, 24 Desember 2024, menyepakati stimulus baru untuk menolong industri padat karya. Pemerintah menjanjikan pembiayaan untuk pelaku usaha agar bisa berekspansi. Namanya kredit investasi padat karya. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, yang memimpin rapat tersebut, menyatakan stimulus ini khusus untuk membantu pelaku usaha di sektor padat karya merevitalisasi mesin mereka. Ia berharap kredit tersebut bisa mendongkrak produktivitas perusahaan dan mendorong efisiensi. "Skema kredit ini menawarkan sejumlah fitur menarik," ujarnya.
Pinjaman yang digelontorkan berkisar Rp 500 juta hingga Rp 10 miliar dengan bunga lebih rendah daripada kredit komersial. Jangka waktu pinjamannya bisa 5-8 tahun. Pemerintah menargetkan penyaluran pinjaman tahun depan sebesar Rp 20 triliun. Menurut Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia Redma Gita Wirawasta, stimulus ini bukan yang pertama. Pada 2009, pemerintah lewat Kementerian Perindustrian, menyalurkan bantuan pembelian mesin dengan anggaran sekitar Rp 300 miliar. Program bernama "Revitalisasi dan Restrukturisasi Mesin Tekstil" itu berakhir pada 2016. Kementerian Perindustrian kembali membuat program serupa pada 2022 dengan anggaran sekitar Rp 20 miliar.
Redma mengingat, keterbatasan anggaran membuat stimulus ini hanya untuk sektor pencelupan, percetakan, dan finishing. "Tahun lalu juga bujetnya tidak habis karena minim perusahaan yang membeli mesin," katanya kepada Tempo, Senin, 30 Desember 2024. Redma memperkirakan program bantuan teranyar dari pemerintah sepi peminat. Sejak tahun lalu, pelaku usaha di industri hulu tekstil dan produk tekstil masih kesulitan menjual produk mereka. Pasarnya banjir oleh produk impor, khususnya yang ilegal. "Meski diberi keringanan kredit untuk membeli mesin, pengusaha tidak akan mengambil insentifnya selama mereka sulit menjual produknya."
(Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023