Kian Diberantas kian Merebak ”Virus” Judi Daring
Kian diberantas kian merebak. Istilah ini menggambarkan fenomena judi daring dalam memengaruhi sendi kehidupan warga Jabodetabek. Aparat penegak hukum harus berpacu memberantasnya. Namun, di tengah gaung pemberantasan judi daring, tak sedikit yang justru membekingi bahkan melindungi praktik bisnis hitam itu demi meraup untung. Masa depan warga kian suram terjerat judi daring. Situasi inilah yang mendera SF (30), seorang ibu di Bekasi, Jawa Barat. Ia harus terpisah dengan anak tunggalnya yang kini dititipkan di Pandeglang, Banten, karena kasus judi daring yang menjerat suaminya. ”Kami sampai kehilangan rumah karena suami saya yang kecanduan judi online,” katanya, Minggu (29/12/2024). Dia harus bekerja menjadi asisten rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan dan menyekolahkan anaknya. ”Kami berharap kami bisa kembali bangkit dari masalah ini,” katanya. Tidak hanya orang dewasa, judi daring juga merasuki dunia anak-anak. Tidak sulit bagi anak-anak untuk mengakses judi daring. Cukup menuliskan kata judi online pada mesin pencari Google akan muncul beberapa situs yang mengarahkan pengguna untuk mulai berselancar.
Promosi judi daring juga merambah hingga ke gim yang kerap dimainkan oleh anak-anak. Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana, Jumat (26/7), mengatakan, dalam periode 2017-2023, aktivitas judi daring naik hingga 300 persen. Pandemi Covid-19 membuat aktivitas masyarakat dengan gawai meningkat. Setali tiga uang, anak yang terpapar judi daring meningkat karena mereka umumnya belajar di rumah saat pandemi. PPATK mencatat, sepanjang 2024, sebanyak 197.540 anak terlibat judi daring. Nilai transaksi mencapai Rp 293,4 miliar dari sebanyak 2,2 juta kali transaksi. Situasi ini membuat Penjabat Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi gelisah. Iklan pada gim, orangtua penjudi, dan masifnya promosi lewat media sosial menjadi penyebab rentannya anak-anak terjerat judi daring. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jakarta melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik berupaya meningkatkan pemahaman literasi digital masyarakat Jakarta. Salah satunya melalui webinar/seminar literasi digital Jakarta bertajuk Solid (Sadar Olah Literasi Digital yang dilakukan sejak 2022. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023