Peluang Window Dressing Masih Terbuka di Penghujung 2024
Peluang window dressing masih terbuka di penghujung 2024, seiring banyaknya saham big cap yang sedang murah. Ini tak lepas dari aksi jual besar-besaran asing terhadap saham big cap, terutama bank besar. Merujuk data RTI, asing net sell Rp 2,4 triliun di semua pasar dalam sepekan terakhir, sedangkan sepanjang 2024 masih net buy Rp15,2 triliun. Akibatnya, pasar saham sulit keluar dari zona merah, karena asing banyak memegang saham berkapitalisasi pasar besar. Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah, 0,41% ke level 7.036,57, kemarin, dan turun 1% dalam sepekan terakhir. Sejumlah faktor global dan domestik terus menekan indeks.
Founder Stocknow.id Hendra Wardana optimistis terhadap potensi penguatan IHSG pada perdagangan Senin pekan depan, didukung oleh aksi window dressing. IHSG berpeluang menguat dengan resistance di level 7.120 dan support di level 7.120 dan support di level 7.000. "Selama window dressing, manager investasi menerapkan strategi untuk mempercantik kinerja portfolio menjelang penutupan akhir tahun," tutur dia.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023